Pidato Tahun Baru 2019 Kim Jong Un: Cabut Sanksi ke Korea Utara, Kami Serahkan Senjata Nuklir

Pada pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura (12/6/2018), kedua negara sepakat untuk melaksanakan denuklirisasi di Semenanjung Korea

Pidato Tahun Baru 2019 Kim Jong Un: Cabut Sanksi ke Korea Utara, Kami Serahkan Senjata Nuklir
Chosun Ilbo/Newsis
Kim Ju Song (paling kiri) ketika mendampingi Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Hotel Capella, Singapura, Selasa (12/6/2018) 

TRIBUNBATAM.id, PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawali Tahun Baru dengan memberi peringatan kepada Amerika Serikat ( AS).

Pada pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura (12/6/2018), kedua negara sepakat untuk melaksanakan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Namun perkembangan proses denuklirisasi itu terhambat dikarenakan baik AS maupun Korut bersikukuh membeberkan definisi "denuklirisasi" menurut mereka.

Baca: LIGA ITALIA - Marek Hamsik Yakin Napoli Akan Kalahkan Juventus Tahun 2019 Ini

Baca: Apakah Angin Kencang Bisa Picu Puting Beliung? Simak Penjelasan BMKG

Baca: VIDEO - 43 Orang Diduga Tertimbun Longsor di Cisolok, Baru 2 Orang Korban Ditemukan

Baca: GEMPA HARI INI - Tapanuli Utara Diguncang Gempa 3.4 SR, Selasa Pagi Jam 06.48 WIB. Berikut Info BMKG

Dalam wawancara dengan televisi pemerintah seperti dikutip BBC Selasa (1/1/2019), Kim mengatakan dia sangat berkomitmen untuk melakukan denuklirisasi.

Namun Kim menuntut AS untuk menepati janji dengan mencabut sanksi Korut sebelum dia menyerahkan senjata nuklir dan rudal balistik.

"Jika tidak, kami tak punya pilihan selain meninggalkannya dan memikirkan cara melindungi kepentingan dan kedaulatan kami," terangnya.

Korut selama ini mengeluhkan sikap keras AS yang masih mempertahankan sanksi sebelum mereka memverifikasi dan mengonfirmasi telah dilakukan denuklirisasi.

Kim juga menyatakan siap bertemu Trump kapan saja untuk menghasilkan kesepakatan yang nantinya bakal diakui dunia internasional.

Mantan Wakil Menteri Unifikasi Korea Selatan (Korsel) Kim Hyung-seok kepada AFP berkata, pidato Kim menyiratkan rasa frustrasinya karena macetnya negosiasi.

Menurut Kim Hyung-seok, pemimpin 35 tahun itu berharap AS bakal mengambil langkah tertentu setelah dia memutuskan menghancurkan situs nuklirnya.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved