BATAM TERKINI

Sukses Selesaikan Masalah Ini, BP Batam Terima Penghargaan dari INI dan Ikatan PPAT Batam

BP Batam mendapat penghargaan dari Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Kota Batam, belum lama ini.

Sukses Selesaikan Masalah Ini, BP Batam Terima Penghargaan dari INI dan Ikatan PPAT Batam
DroneFotografi/Indra Johanes
Gedung BP Batam dari udara 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam mendapat penghargaan dari Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Kota Batam, belum lama ini.

Penghargaan tersebut didapat BP Batam karena dinilai berhasil menyelesaikan kendala dalam persoalan pengurusan Izin Peralihan Hak (IPH) di BP Batam.

"Ini bukan sombong. Tapi faktanya seperti itu. Jadi mohon maaf kalau ada berita dari Sekda (sekretaris daerah) Batam, IPH di BP Batam masih bermasalah, terus terang kami sudah berusaha maksimal. Ini (penghargaan) bukti dari masyarakat, kalau IPH sudah tak masalah," kata Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Dwianto Eko Winaryo, baru-baru ini di BP Batam.

Jikapun dinilai masih ada persoalan dalam pengurusan IPH, ia meminta agar permasalahan tersebut segera di sampaikan kepada pihaknya. Sehingga bisa segera diperbaiki.

Pada 2018 lalu, BP Batam membuat terobosan dalam pengurusan IPH. Standar Operational Prosedur (SOP) nya disederhanakan.

Baca: Kemanakah Balon Setelah Diterbangkan ke Udara? Simak Yuk Jawabannya Disini

Baca: Polri Minta Jangan Ada Balas Dendam, Simak 4 Fakta Pengeroyokan Anggota Brimob hingga Tewas

Baca: Apakah Angin Kencang Bisa Picu Puting Beliung? Simak Penjelasan BMKG

Dari belasan syarat, disederhanakan menjadi beberapa syarat. Hal ini berdampak pada waktu pelayanan pengurusan IPH yang lebih cepat.

Tak hitungan minggu bahkan bulanan lagi tapi hitungan hari. Begitu juga dengan jumlah dokumen IPH yang sudah diterbitkan.

Dari Januari-Oktober 2018, BP Batam mencatat sebanyak 12 ribu permohonan IPH yang masuk ke BP Batam.

Dari angka itu, sebanyak 11 ribu permohonan sudah selesai dikerjakan, dan hampir 1.000 di antaranya batal.

"Rata-rata waktu selesainya, 3 sampai 4 hari," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved