Hari Pertama Larangan Merokok di Malaysia. Pekerja Restoran Ditampar Pelanggan

Malaysia membuat aturan besar menyambut Tahun baru 2019 ini, yakni larangan merokok di berbagai tempat umum, termasuk kafe dan restoran.

Hari Pertama Larangan Merokok di Malaysia. Pekerja Restoran Ditampar Pelanggan
The Star Online
Tanda larangan merokok di restoran, mulai berlaku 1 Januari 2019 di Malaysia 

TRIBUNBATAM.id, SHAH ALAM - Malaysia membuat aturan besar menyambut Tahun baru 2019 ini, yakni larangan merokok di berbagai tempat umum, termasuk kafe dan restoran.

Aturan larangan merokok itu dimulai 1 Januari 2018 dan dalam masda uji coba atau transisi selama enam bulan.

Kawasan bebas rokok yang diberlakukan tidak hanya di tempat terbuka, tetapi juga kafe, restoran serta kendaraan, sehingga menimbulkan pro dan kontra di negara tersebut.

Namun, pelaksanaan di lapangan memang tidak mudah, terutama sekali bagi pengelola dan karyawan restoran, meskipun pengumuman dan pamflet larangan merokok ditempel di restoran tersebut.

Baca: INGAT! Mulai 1 Januari, Orchard Road Singapore Jadi Kawasan Bebas Rokok. Perhatikan 7 Hal Ini

Dari pemberitaan sejumlah media Malaysia, banyak pelanggan yang marah ketika diminta karyawan restoran untuk mematikan rokok.

Di Shah Alam, misalnya, seorang pekerja restoran di Seksyen 25, mendapat tamparan setelah menegur tiga pelanggan yang merokok di kafe tersebut.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 waktu setempat.

Kepala Kepolisian Daerah Shah Alam, Asisten Komisioner Baharudin Mat Taib mengatakan, tiga laki-laki itu berusia sekitar 30 tahun.

“Korban melihat mereka merokok, kemudian menegur mereka, tetapi seseorang dari mereka menampar pipi pekerja restoran itu," katanya seperti dilansir TribunBatam.id dari Berita Harian Online.

Ia mengatakan, laporan polisi dibuat oleh pemilik restoran kerana hal ini menjadi masalah ketika mereka ingin menegakkan aturan.

Sebab, dalam aturan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan, pengusaha juga dioancam penjara dan dikenakan denda jika melanggar aturan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad mengatakan bahwa penetapan restoran sebagai kawasan bebas rokok akan tetap dilanjutkan, meskipun menimbulkan pro dan kontra.

“Masih terlalu awal untuk katakan aturan ini berhasil karena baru tiga hari dilaksanakan, tetapi saya percaya, jika aturan ini terus dilaksanakan, akan sangat besar manfaatnya untuk kerajaan ini," katanya.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved