BATAM TERKINI

Putra Reza yang Dianiaya Oknum Polisi Akhirnya Meninggal, KPAD Kepri Lapor Dua Oknum ke Kompolnas

Putra Reza (15), siswa SMA Negeri 10 Batam yang dianiaya dua anggota polisi meninggal dunia, Kamis (3/1) sekitar pukul 17.00 WIB.

Putra Reza yang Dianiaya  Oknum Polisi Akhirnya Meninggal, KPAD Kepri Lapor Dua Oknum ke Kompolnas
TRIBUNBATAM.id/ISTIMEWA
Putra Reza siswa SMAN 10 Batam, korban penganiayaan polisi saat dirawat di rumah sakit 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Putra Reza (15), siswa SMA Negeri 10 Batam yang dianiaya dua anggota polisi meninggal dunia, Kamis (3/1) sekitar pukul 17.00 WIB. Putra Reza dirawat beberapa saat sejak dianiaya Minggu, (23/12/2018) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

“Benar sudah meninggal tadi sore. Rencana dimakamkan besok di Galang,” kata Ketua KPPAD Kepri, Erry Syahrial saat dihubungi Tribun, Kamis malam.

Erry sangat menyayangkan perlakukan itu. Kendati demikian, Erry Syahrial sudah melaporkan hal ini ke Komisi Polisi Nasional (Kompolnas) RI di Jakarta.

“Sangat disayangkan sekali. Ya, tentu kami laporkan ini ke Kompolnas RI. Kami sudah laporkan,” kata Erry.

Erry menambahkan, persoalan ini secara hukum dari keluarga korban belum dilaporkan secara resmi.
“Kalau secara kode etik sudah dilakukan oleh Propam. Tapi untuk laporan resmi dari keluarga korban belum ada. Besok usai pemakaman korban, keluarga baru buat laporan ke kepolisian masalah pidana umumnya,” tambahnya.

Baca: Putra Reza yang Dianiaya Dua Polisi Meninggal Dunia, KPPAD Kepri Lapor ke Kompolnas

Baca: Setelah Bunuh Istri, Suami Bawa Jasad Lita Jong Berkeliling Keliling Jawa Hingga Tiga Hari

Baca: Gelar Baksos Pengobatan Gratis, Bukti Kepedulian dan Tanggunghawab PT Timah ke Masyarakat

Erry Syahrial menyebut, Putra Reza merupakan anak yatim. Sejak kecil, Putra Reza dan dua saudaranya diasuh oleh orang tua angkat yang berbeda-beda.

Putra Reza diasuh oleh bapak angkat Elias dan ibu Ratna. Ayah Putra Reza sudah meninggal dunia, dan ibunya sampai saat ini belum diketahui keberadaannya. Elias dan ibu Ratna sangat terpukul kepergian anaknya dianiaya oleh polisi.

“Anak ini (Reza) anak angkat. Mereka mengasuh anak ini sejak kecil. Jadi sudah dianggap anak kandung sendiri. Reza anak kedua. Sementara kakaknya diasuh oleh orang lain. Saat di rumah sakit, kakaknya termasuk menjaga korban. Sementara adik mereka paling bungsu masih kecil,’’ jelas Erry.

Reza dan kedua saudaranya termasuk terlantar sebelum diasuh oleh orang tua angkat. Versi keluarga yang disampaikan kata Erry, sosok Reza anak yang nurut sama orang tua.

“Hari-hari sepulang sekolah, membantu orang tuanya membersihkan kandang ayam,” ucapnya.

Erry menjelaskan setelah ditelusuri, Reza semasa hidup tidak pernah terlibat kenakalan remaja. Orang tua dan keluarga besar, begitu heran ketika anak itu sebelumnya, dianiaya oleh Bripda MW dan Bripda RM yang merupakan anggota Sabhara Polda Kepri.

“Sekali lagi, ini adalah sebuah tragedi. Seharusnya, pola pembinaan itu harus preventif. Tapi ya sudah terjadi, kami mohon proses hukum berjalan,” ungkapnya. (leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved