BREAKINGNEWS - BP Batam Punya Kepala dan Deputi Baru

Menko Perekonomian Darmin Nasution melantik Edy Putra Irawady. Ia sebelumnya menjabat sebagai staf khusus Menko Perekonomian.

BREAKINGNEWS - BP Batam Punya Kepala dan Deputi Baru
tribunbatam.id
Pelantikan Kepala BP Batam di Kemenko 

TRIBUNBATAM.id - BP Batam memiliki kepala baru. Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribunbatam.id, Senin (07/01/2019), setelah sempat menuai kontroversi kepala BP Batam ex-officio walikota Batam untuk sementara batal.

Menko Perekonomian Darmin Nasution melantik Edy Putra Irawady. Ia sebelumnya menjabat sebagai staf khusus Menko Perekonomian.

Baca: Sempat Tertunda, Rapat Pembahasan Regulasi Ex-officio Kepala BP Batam Digelar Sore Ini

Baca: Polda Kepri Tetapkan Satu Tersangka Kasus Hilangnya Plat Baja Sisa Proyek Jembatan Dompak

Baca: 7 Jenis Iring-iringan Kendaraan Wajib Diprioritaskan saat di Jalan Raya, Mobil Damkar Urutan Pertama

Menko Perekonomian Darmin Nasution melantik Edy Putra Irawady sebagai Kepala BP Batam di Jakarta, Senin (7/1/2019)
Menko Perekonomian Darmin Nasution melantik Edy Putra Irawady sebagai Kepala BP Batam di Jakarta, Senin (7/1/2019) (istimewa)

Selain pelantikan kepala BP Batam, ada sejumlah deputi yang diganti. Ada juga yang dirangkap.

Hadir dalam pelantikan itu antara lain Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, dan lain-lain.

Seperti diketahui pelimpahan kepemimpinan BP Batam menjadi ex-officio Walikota Batam memantik polemik panjang.

Berbagai perspektif muncuat menanggapi rencana peleburan BP Batam sebagaimana yang disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution dalam Rapat Terbatas (Ratas) pada 12 Desember 2018 lalu di Kantor Presiden.

Berbagai elemen atau stakeholders melontarkan argumennya sesuai kompetensinya. Pro dan kontra, bahkan berbagai sinyalemen muncul.

Peleburan ini disebut Menko Perekonomian sebagaimana hasil rapat terbatas, sebagai langkah untuk menghilangkan dualisme yang selama ini ada di Batam.

Namun, keputusan tersebut dinilai lebih banyak bermuatan kepentingan politik. Politisi Partai PDI-P Anton mengatakan, ada beberapa persoalan yang harus ditarik mengenai Batam saat ini. Terlebih keputusan tersebut dinilai diambil dengan kesan yang buru-buru.

"Pertama, ada gak permainan politik dibalik itu? karena ada kecurigaan kenapa ini harus cepat-cepat diputuskan? ini persoalan besar dan anggaran yang besar," kata Anton dalam diskusi bertajuk "Batam Mau Diapain?" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2018).

Halaman
123
Penulis: Purwoko
Editor: Purwoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved