BATAM TERKINI

Selama 2018, Sudah 2.456 Pasangan Suami Istri Ajukan Perceraian. Kebanyakan Dipicu Faktor Ekonomi

Pengadilan Agama Kelas I Batam, Sekupang mencatat sepanjang tahun 2018 jumlah kasus perkara perceraian mencapai 2.456 kasus di Kota Batam.

Selama 2018, Sudah 2.456 Pasangan Suami Istri Ajukan Perceraian. Kebanyakan Dipicu Faktor Ekonomi
Istimewa
Ilustrasi Perceraian 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pengadilan Agama Kelas I Batam, Sekupang mencatat sepanjang tahun 2018 jumlah kasus perkara perceraian mencapai 2.456 kasus di Kota Batam.

Tingkat perceraian di Kota Batam tahun 2018 meningkat dibandingkan tahun 2017. Di tahun 2018 kasus perkara perceraian mencapai 2.456 dan masih bersisa 247 kasus.

Sedangkan tahun 2017 hanya mencapai 2.243 kasus perkara perceraian. Angka ini naik sekitar 15 persen.

Humas Pengadilan Agama kelas IA Batam, Ifdhal Tanjung mengungkapkan, perceraian didominasi oleh perempuan yang menggugat cerai.

"Bahkan angka tersebut mengalahkan angka perceraian di Riau, yang masih berada di wilayah hukum lembaga peradilan Pengadilan Tinggai Agama Riau dan Kepri," ungkapnya, Senin (7/1/2019).

Baca: WASPADALAH! Musim Angin Kencang, Berhati-hatilah Melintas di Dekat Tiang Lampu Jalan di Batuaji Ini

Baca: Mulai Besok Bagasi Lion Air Wajib Bayar, Manajemen Bantah Kebijakan Itu Dampak Kecelakaan PK-LQP

Baca: BREAKINGNEWS. Seorang Tahanan di PN Batam Nyaris Kabur, Anakku Ya Allah, Jangan Dipukuli

Baca: Sebut Banyak Berita Simpang Siur, Hari Ini Vanessa Angel Bakal Beri Klarifikasi

Baca: GEMPA HARI INI - Gempa 5.0 SR di Manggarai Barat NTT Senin Pagi Jam 10.48 WIB. Berikut Info BMKG

Ifdhal menyebutkan, penyebab perceraian kebanyakan masih dikarenakan oleh faktor ekonomi yang paling banyak. Selain itu dikarenakan perselingkuhan akibat media sosial dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Kalau umur pasutri yang mengajukan perceraian rata-rata umurnya masih tergolong muda, antara umur 25 hingga 40 tahun," ujarnya.

Lanjutnya, bahwa kasus perceraian yang rata-rata disebabkan faktor ekonomi ini memang berat.

"Menurut saya itu wajar saja kalau pemicunya itu masalah ekonomi, karena saat ini masalah ekonomi di Batam kurang stabil," ungkapnya.

Bahkan Ifdhal mengatakan, banyak persidangan sepihak, dalam arti persidangan hanya dihadiri oleh pihak perempuan saja, sedangkan suami tidak ada.

Halaman
12
Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved