Wasit PSSI Diringkus Satgas Mafia Bola - Sepakat Menangkan Tim Tertentu Langsung Cair Rp 45 Juta

Setelah pertandingan, Mbah Putih memberikan Rp 5 juta yang dikirim melalui transfer via rekening kepada tersangka Nurul.

Wasit PSSI Diringkus Satgas Mafia Bola - Sepakat Menangkan Tim Tertentu Langsung Cair Rp 45 Juta
MUHAMMAD ROBBANI/BOLASPORT.COM
Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, menjawab pertanyaan wartawan di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (3/10/2018). 

 TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA – Satu per satu jaringan mafia sepak bola di tanah air terungkap. Modus mafia bola pun terurai jelas dalam menjalankan praktik pengaturan hasil pertandingan tersebut. 

Satgas Antimafia Bola akhirnya menangkap seorang wasit Nurul Safarid, Selasa (08/01/2019). Ia merupakan tersangka baru dalam kasus pengaturan skor.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo memberikan keterangan kalau tersangka baru tersebut adalah Nurul Safarid.

Baca: Pengaturan Skor Sepakbola Terbukti. Call Centre Satgas Antimafia Bola Siap Tampung Info Warga

Baca: BREAKING NEWS. Satgas Antimafia Bola Polri Tetapkan 3 Tersangka Skandal Pengaturan Skor

Baca: Soal Sinkronisasi BP Batam, Pengusaha Beri Catatan: Saat Ini Pertumbuhan Ekonomi 4 Persen

Nurul Safarid merupakan wasit Liga 3 yang ditetapkan sebagai tersangka karena menerima suap Rp 45 juta untuk memenangkan Persibara Banjarnegara.

"Hari ini satu lagi tersangka sudah diamankan oleh Satgas Antimafia Bola atas nama saudara NS," ujar Brigjen Pol Dedi Prasetyo

Sekretaris Jendral PSSI Ratu Tisha turut bicara soal penangkapan wasit Liga 3, Nurul Safarid oleh Satgas Antimafia Bola.

Tisha mengapresiasi kinerja dari Satgas Antimafia Bola dan mengimbau kepada tersangka untuk patuh kepada hukum.

“PSSI mendukung setiap hal yang berkaitan postif, yang ditegakkan oleh kepolisian, PSSI menghargai hal tersebut. Ikuti proses hukum dengan baik,” kata Tisha setelah drawing babak 32 besar Piala Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Wasit Nurul Safari ditangkap karena diduga terlibat dalam pengaturan skor saat memimpin pertandingan Liga 3 antara Persibara vs PS Pasuruan.

Ia juga mengaku telah mendapat bayaran Rp 45 juta dari Priyanto dan Dwi Irianto alias Mbah Putih yang sebelumnya menjadi tersangka kasus pengaturan skor pertandingan di Liga 3 untuk memenangkan Persibara.

Halaman
12
Editor: Purwoko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved