12 Anggota DPRD Kota Malang Diborgol dan Pakai Rompi Oranye KPK, Dibawa Naik Kereta Api

Sebanyak 12 anggota DPRD Kota Malang yang menjadi tahanan KPK dibawa dengan kereta api, mengenakan baju tahanan KPK warna oranye menuju Surabaya

12 Anggota DPRD Kota Malang Diborgol dan Pakai Rompi Oranye KPK, Dibawa Naik Kereta Api
Antara/Humas KPK
Sebanyak 12 mantan anggota DPRD Kota Malang mengenakan rompi tahanan KPK warna oranye, dibawa mewnggunakan kereta api dari Malang menuju Surabaya 

TRIBUNBATAM.id, SURABAYA- Sebanyak 12 anggota DPRD Kota Malang yang menjadi tahanan KPK dibawa dengan kereta api, mengenakan baju tahanan KPK warna oranye menuju Surabaya di Jawa Timur, Senin (7/1/2019).

Sebanyak 12 anggota DPRD Malang dipindahkan ke Surabaya menggunakan kereta api untuk menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor di Surabaya terkait kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Kota Malang tahun anggaran 2015.

“12 anggota DPRD itu telah dibawa ke Surabaya menggunakan kereta api (KA) ke Malang, Senin (7/1/2019) malam.

Mereka dititipkan sementara di Rutan Medaeng dan Cabang Kelas 1 Rutan Surabaya pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (8/1/2019).

Kedua belas orang tersangka tersebut adalah Diana Yanti (DY), Sugiarto (SG), Afdhal Fauza (AFA), Syamsul Fajrih (SFH), Hadi Susanto (HSO), Ribut Haryanto (RHO), Indra Tjahyono (ITJ), Imam Ghozali (IGZ), Mohammad Fadli (MFI), Bambang Triyoso (BTO), Asia Iriani (AI), dan Een Ambarsari (EAI).

Dalam dokumentasi KPK, para tersangka terlihat mengenakan rompi jingga dan diborgol duduk dalam satu gerbong kereta api dengan dikawal oleh pengawal tahanan KPK dan pihak kepolisian setempat.

Pada Selasa (8/1/2019), lanjut Febri, Jakasa Penuntut Umum KPK telah melimpahkan dakwaan dan berkas perkara ke-12 anggota DPRD Malang itu ke Pengadilan Negeri Surabaya untuk dilanjutkan ke proses persidangan di Pengadilan Tipikor.

KPK menahan 22 anggota DPRD Malang terkait kasus suap pembahasan DPRD Kota Malang tahun 2015. Saat ini hanya tersisa empat anggota DPRD yang masih ngantor.
KPK menahan 22 anggota DPRD Malang terkait kasus suap pembahasan DPRD Kota Malang tahun 2015. Saat ini hanya tersisa empat anggota DPRD yang masih ngantor. (Tribunnews.com)

Jadwal persidangan akan ditentukan oleh pihak PN Surabaya. Kebijakan borgol Sebelumnya diberitakan, KPK mulai menerapkan pemborgolan demi alasan keamanan para tahanan.

“Untuk pertimbangan keamanan, KPK mulai menerapkan ketentuan pada Peraturan KPK Nomor 01 Tahun 2012 tentang Perawatan Tahanan pada Rumah Tahanan KPK, khususnya Pasal 12 ayat (2) yang mengatur bahwa dalam hal tahanan dibawa ke luar Rutan, dilakukan pemborgolan,” kata Febri melalui keterangan tertulis, Rabu (2/1/2019).

KPK telah menetapkan 22 mantan anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 karena diduga menerima hadiah atau janji terkait Pembahasan APBD-P Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved