3 Hektar Lahan di Trikora Terbakar. UPTD Damkar Toapaya Tegaskan Hal Ini

Pada Rabu (9/1/2019) malam, unit Damkar Toapaya melaporkan kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah kerja mereka

3 Hektar Lahan di Trikora Terbakar. UPTD Damkar Toapaya Tegaskan Hal Ini
ist
Petugas pemadam kebakaran tengah berjibaku memadamkan kebakaran lahan beberapa waktu lalu. Cuaca ekskrem, UPTD Damkar Toapaya himbaukan ini kepada warga 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - Dalam kondisi cuaca ekstrem saat ini, kebakaran lahan rawan terjadi. Hal ini sangat diantisipasi petugas di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemadam Kebakaran.

Kepala UPTD Damkar Toapaya Nurwendi mengatakan, catatan mereka, selama awal Januari 2019 ini, sudah dua kali terjadi kebakaran lahan yang cukup besar.

Pada Rabu (9/1/2019) malam, unit Damkar Toapaya melaporkan kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah kerja mereka. Lokasinya di area sekitar pantai Trikora, Kecamatan Gunung Kijang. Dekat dengan permukiman warga.

"Ada sekitar 3 hektar lahan yang terbakar,"kata Nurwendi, Kamis (10/1/2019).

UPTD Damkar Toapaya mengerahkan satu unit armada pemadam untuk memadamkan api. Sementara tenaga pemadam diturunkan 3 personil.

Di lapangan, damkar sempat kewalahan memadamkan api, pasalnya lahan yang terbakar luas. Tambahan lagi, situasinya malam sehingga petugas berhati hati memadamkan api.

Baca: Butuh Beberapa Jam Perbaikan, Listrik di Natuna Pascakebakaran Normal Lagi

Baca: Curi Barang Kapal SV Lay Vessel 108, Saksi F1QR Lantamal IV Sebut Terdakwa Lari Tinggalkan Speedboat

Baca: Video Detik-detik Ustaz Arifin Ilham Naik Pesawat Jet Pribadi untuk Berobat ke Penang Malaysia

Cuaca saat ini cukup panas. Hujan jarang turun. Panas matahari cukup menyengat sedangkan angin kadang kadang kuat berhembus. Kondisi ini rawan titik api. Terutama di lahan lahan kering.

UPT Damkar menghimbau untuk jangan dulu membakar lahan. Warga diharapkan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

"Pada kejadian kebakaran di Trikora, pemeriksaan kita diduga karena puntung rokok yang dibuang orang begitu saja. Ditambah cuaca panas dan angin kencang, kebakaran tak bisa dihindari,"kata Nurwendi. (Min).

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved