BINTAN TERKINI

Biaya Kargo Pesawat Naik, Harga Cabai di Bintan Langsung Melejit

"Naik di kisaran Rp 3 ribu hingga Rp 7 ribu per kilogram," kata Setia Kurniawan, Kamis (10/1/2019).

Biaya Kargo Pesawat Naik, Harga Cabai di Bintan Langsung Melejit
TRIBUNBATAM.id/AMINUDDIN
Suasa pasar Kijang beberapa waktu lalu. Harga cabai naik signifikan akibat naiknya biaya kargo pesawat 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - Kenaikan biaya kargo pesawat memicu naiknya harga sejumlah komoditas pangan. Cabai salah satunya.

Penyidik Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bintan, Setia Kurniawan mengatakan, diantara komoditas pangan, cabai yang paling cepat naiknya.

"Naik di kisaran Rp 3 ribu hingga Rp 7 ribu per kilogram," kata Setia Kurniawan, Kamis (10/1/2019).

Pasokan cabai paling banyak datang dari luar Kepri. Masuk ke Bintan melalui kargo pesawat.

Diantaranya dari Medan, Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan kenaikan kargo pesawat saat ini, tak heran harga cabai pun melonjak.

Baca: Satpolairud Polres Bintan Bagikan Life Jacket Kepada Nelayan Tradisional

Baca: Ditumpangi Tiga Orang, Ini Penyebab Mobil Terbalik di Depan Kantor Bupati Bintan

Baca: Mobil Terbalik di Depan Kantor Bupati Bintan, Sopir Pingsan Langsung Dibawa ke RSUD

Baca: Protes Pemasangan Tiang Listrik PLN, Warga Blokade Jalan Masuk Hotel The Residence Bintan

Monitoring Diskoperindag Bintan, cabai merah Medan di pasar Kijang ada yang dijual Rp 50 ribu per Kg. Selama ini rata-rata dipasarkan Rp 45 ribu per Kg.

"Kenaikan ongkos kargo pesawat ini sangat berimbas ke harga harga," kata Setia Kurniawan.

Selain cabai merah, kenaikan signifikan juga terjadi pada jenis cabai lain. Cabai hijau melonjak naik Rp 35 ribu per Kg dari semula hanya Rp 28 ribu per Kg. Cabai rawit naik jadi Rp 38 ribu per Kg dari semula Rp 32 ribu per Kg.

Soal adanya disparitas atau perbedaan harga yang cukup lebar antara barang yang dijual di pasar Tanjunguban dan di Kijang, Bintan Timur dan sekitarnya, Setia mengatakan disebabkan perbedaan jalur pasokan.

"Karena kalau di Tanjunguban (Bintan Utara) dikirim dari Brebes melalui Batam, ongkosnya lebih irit dan lebih cepat. Kalau di daerah Bintan Timur dipasok dari distributor yang ada di Tanjungpinang, makanya harganya berbeda," kata Setia.(min)

Penulis: Aminnudin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved