8 Fakta Buaya Peliharaan WN Jepang Terkam Wanita: Diduga Deasy Sudah 2 Hari Jadi Santapan Merry

Kondisi korban sangat mengenaskan saat ditemukan karena isi perut, dada hingga tangan kanan korban sudah dicabik buaya berusia 30 tahun bernama Merry

8 Fakta Buaya Peliharaan WN Jepang Terkam Wanita: Diduga Deasy Sudah 2 Hari Jadi Santapan Merry
Tribun Manado
Deasy (saat masih hidup) dan buaya bernama Merry yang menyantap tubuhnya 

TRIBUNBATAM.ID - Deasy Tuwo (44), Kepala Laboratorium CV Yosiki, ditemukan tewas mengenaskan di kandang buaya peliharaan atasannya, di Desa Ranowangko(wilayah Tanawangko), Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Sulut, Jumat (11/1/2019) siang.

CV Yosiki merupakan perusahaan pembibitan mutiara milik warga negara Jepang bernama Mr Ochiai, tetapi juga memelihara buaya.

Jasad korban pertama kali ditemukan sudah tak bernyawa oleh rekan sekerjanya, Erling Rumengan (37), di kolam pemeliharaan buaya berukuran besar tersebut.

Kondisi korban sangat mengenaskan saat ditemukan karena isi perut, dada hingga tangan kanan korban sudah dicabik buaya yang berusia 30 tahun bernama Merry itu.

Berikut deretan fakta terkait peristiwa buaya menerkam Deasy Tuwo, seperti dilansir TribunBatam.id dari Tribun Manado.

Baca: Detik-detik Wanita Minahasa Dimangsa Buaya Peliharaannya, Video Evakuasi Mayatnya Menegangkan

1. Viral di Media Sosial

Kabar buaya peliharaan menyerang manusia di Perum Mutiara, Tanawangko, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa viral di Facebook dan Instagram, Jumat (11/1/2019)

Hal ini diunggah oleh akun Facebook Richell Kawalod dan akun instagram @Minahasa_Infoo.

Di kolom komentar, Richell Kawalod menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi di Perum Mutiara Tanawangko, Minahasa.

Dia menyebutkan korban adalah pekerja yang hendak memberi makan hewan peliharaan itu.

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved