Donald Trump Ancam Berlakukan Darurat Nasional Jika Dana Tembok Perbatasan Tetap Ditolak Kongres

Perseteruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan kongres terkait rancangan pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko semakin meruncing.

Donald Trump Ancam Berlakukan Darurat Nasional Jika Dana Tembok Perbatasan Tetap Ditolak Kongres
The Washington Post
Donald Trump menyampaikan ancaman akan memberlakukan keadaan darurat jika kongres tetap menolak proposal anggaran pembangunan tembok perbatasan 

TRIBUNBATAM.id, WASHINGTON -  Perseteruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan kongres terkait rancangan pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko semakin meruncing.

Setelah aksi mogok dengan menutup Gedung Putih gagal dan dicueki Partai Demokrat, Donald Trump mengeluarkan ancaman baru, memberlakukan keadaan darurat nasional.

Donald Trump tetap keukeuh dengan janji kampanyenya untuk membangun tembok perbatasan di barat daya Amerika Serikat dan mengajukan anggaran sebesar US$ 5 miliar atau sekitar Rp 75 triilun.

Baca: 2 Anak Imigran Tewas di Tahanan AS, Trump Salahkan Demokrat. Ngambek, 2 Minggu Tutup Gedung Putih

Baca: Selusin Skandal Gedung Putih dan Keluarga Donald Trump Terungkap di Tahun 2018. Ini Daftarnya

Baca: Saat Presiden AS Donald Trump Mengeluh, Merasa Sendirian di Gedung Putih

Meksiko jauh-jauh hari telah menolak proposal itu meskipun Donald Trump mengatakan bahwa negara itu akan membayarnya "secara tidak langsung."

"Karena saya ingin melakukan kesepakatan melalui Kongres dan karena itu masuk akal untuk melakukannya melalui Kongres. Tetapi rute yang mudah bagi saya adalah memanggil keadaan darurat nasional dan melakukannya," kata Presiden Donald Trump  dalam jumpa pers di halaman Gedung Putih, Kamis (10/1/2019).

Ketika seorang wartawan bertanya apakah kebijakan itu satu-satunya pilihan yang tersisa, Donald Trump yang tampil santai dengan topi golf bertuliskan "Make Amerika Great Again"" mengatakan bahwa hal itu akan menjadi "rute yang mudah."

"Saya memiliki hak mutlak untuk mengumumkan keadaan darurat nasional, para pengacara telah menasihati saya," katanya, seperti dilansir TribunBatam.id dari Hufftington Post, "Aku belum siap untuk melakukan itu, tetapi jika harus, aku akan melakukannya. Saya tidak ragu tentang itu. Aku akan (memberlakukannya)."

Trump mengatakan bahwa ketika masa kampanye, ia mengatakan bahwa Meksiko akan membayar biaya tembok itu.

"Jelas saya tidak pernah bermaksud mereka akan menulis cek. Saya mengatakan mereka akan membayarnya. Mereka . membayarnya dengan kesepakatan luar biasa yang kami buat disebut USMCA. "

Trump membuat poin pembicaraan yang sama beberapa hari sebelumnya selama pidatonya di Oval Office.

Halaman
12
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved