Survei Terkini - Capres Jokowi - Maruf Amin Unggul Terpaut Lebih 20 Persen

Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni mengungkapkan politisasi agama masih mewarnai wacana publik jelang pemilu serentak

Survei Terkini - Capres Jokowi - Maruf Amin Unggul Terpaut Lebih 20 Persen
Tribunnews/JEPRIMA
Bakal Calon Presiden Joko Widodo bersama Bakal Calon Wakil Presiden Maruf Amin dan Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto dan Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno saat menghadiri rapat pleno penetapan nomor urut Capres dan Cawapres di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018). Jokowi dan Maruf Amin mendapatkan nomor urut 1 dan Probowo Sandi nomor urut 2. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNBATAM.ID - JAKARTA - Jelang berlangsungnya Debat Calon Presiden (Capres) sejumlah lembaga survei mengluarkan hasil surveinya.

Berdasarkan hasil survei lembaga Indonesia Election dan Strategic (indEX) Research yang dirilis, Sabtu (12/01/2019) menunjukkan elektabilitas pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin tetap unggul jauh dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni mengungkapkan politisasi agama masih mewarnai wacana publik jelang pemilu serentak pada April mendatang.

Baca: Jokowi-Maruf Amin vs Prabowo-Sandi Siapa Unggul? Inilah Hasil Survei SMRC dan Indikator Terkini

Baca: Proyek Jalan Jalur Tengkorak Batam Mangkrak. Anggota DPRD Sebut Gubernur Kepri Tak Peduli

Baca: Temukan Ular Piton 3 Meter di Toilet Rumah, Wanita Singapura Ini Menjerit Histeris

Di tengah wacana yang masih terus berlangsung itu, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf tetap mengungguli pasangan Prabowo-Sandi.

“Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf mencapai 55,6 persen, terpaut lebih dari 20 persen dibanding Prabowo-Sandi yang hanya meraih 32,3 persen,” kata Vivin.

Sisanya sebanyak 12,1 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Dibandingkan hasil survei sebelumnya pada periode November 2018, elektabilitas kedua pasangan cenderung tidak berubah signifikan.

Sebelumnya elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 54,6 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 30,6 persen. Responden yang tidak tahu atau tidak menjawab turun dari sebelumnya 14,8 persen.

Meskipun dinilai sudah tidak lagi efektif sebagai strategi politik, Vivin meyakini bahwa politisasi agama tidak akan menghilang begitu saja.

“Perdebatan tentang hubungan agama dan negara sudah setua umur Republik, sudah saatnya wacana tersebut dikelola dengan baik setelah dinamika pasca-reformasi,” kata Vivin.

Halaman
1234
Editor: Purwoko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved