Lagi Berobat di Malaysia, Ustaz Arifin Ilham Tulis Pesan Soal Kematian di Facebooknya. Ini Pesannya

Pesan-pesan yang dia tulis di Facebook membuat akunnya banjir tangis dan doa dari jamaah yang selama ini mencintai ceramah sejuk Ustaz Arifin Ilham

Lagi Berobat di Malaysia, Ustaz Arifin Ilham Tulis Pesan Soal Kematian di Facebooknya. Ini Pesannya
screenshot video instagram ustazd yusuf mansur
Ustaz Arifin Ilham saat hendak berangkat dengan Jet Pribadi bermerk Elang Indonesia 

TRIBUNSTYLE.COM - Saat berjuang melawan kanker kelenjar getah bening di Malaysia, Ustaz Arifin Ilham menulis pesan terkait kematian di Facebook yang membuat akun Facebooknya banjir tangis dan doa untuk kesembuhan sang ulama . 

Ustaz Arifin Ilham menulis pesan berjudul Oase Hatiku lewat akun Facebook pribadinya ketika dirinya sedang berjuang keras melawan penyakit kanker kelenjar getah bening di Malaysia pada Sabtu malam 12 Januari 2019. 

Pesan-pesan yang dia tulis di Facebook membuat akunnya banjir tangis dan doa dari para jamaah yang selama ini mencintai sepenuh hati ceramah-ceramah sejuk Ustaz Arifin Ilham.

Baca: Kondisi Terbaru Ustad Arifin Ilham di Malaysia Diungkap Alvin Faiz. Sedih Sekaligus Senang

Baca: Realisasi Pendapat Asli Daerah Bintan 2018 Lampaui Target. Penyumbang Terbesarnya dari Pajak Hotel

Baca: FAKTA BARU, Pesawat Jet Pribadi yang Antar Ustaz Arifin Ilham ke Malaysia, Milik Elang Indonesia

Pantauan TribunStyle.com, pesan religius Ustaz Arifin Ilham hingga Minggu pagi 13 Januari 2019 pukul 05.30 WIB sudah di-share 987 kali, dibanjiri komentar doa dan tangis haru sebanyak 481 komentar.

Jumlah yang me-like atau bersimpati dengan pesan-pesan religiusnya mencapai 4.086.  

Foto Profil Ustaz Arifin Ilham di akun Facebooknya
Foto Profil Ustaz Arifin Ilham di akun Facebooknya ()

Berikut ini TribunStyle.com kutip pesanyang ditulis Arifin Ilham di facebooknya:

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.

Siapa aku? Ya, aku dari tiada, sekarang ada, itu juga hanya sebentar, kembali lagi tiada.

Aku berasal dari ayah ibu, kakek nenek, terus ke atas hingga mendarat di Datuk manusia, Nabi Adam dan Bunda Hawa.

Ujung-ujungnya kita harus menyebut kita adalah bani Adam, keturunan Adam ‘alaihis salam

Halaman
1234
Editor: nandrson
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved