Universitas Putera Batam Lakukan Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kantor Kelurahan Buliang Batam

5S ini merupakan sebuah pendekatan yang digunakan untuk mengeleminasi aktivitas, atau benda kerja yang tidak bernilai tambah

Universitas Putera Batam Lakukan Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kantor Kelurahan Buliang Batam
ist
Program Studi Administrasi Negara dan Teknik Industri Universitas Putera Batam melakukan kegiatan pengabdian di Kantor Kelurahan Buliang 

TRIBUNBATAM.id -  Program Studi Administrasi Negara dan Teknik Industri Universitas Putera Batam melakukan kegiatan pengabdian di Kantor Kelurahan Buliang

Kegiatan pengabdian dilaksanakan oleh tim pengabdi yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dari program studi administrasi Negara UPB selama 2 hari  yaitu 14 sampai 15 januari 2019.

Adapun yang menjadi judul pengabdian ini adalah Implementasi 5S Pada Kantor Kelurahan Buliang Kota Batam. Namun 5S di sini bukanlah 5S yang biasa dikenal luas oleh publik, akan tetapi 5S yang dimaksud adalah Short, Set in order, Shine, Standardize, dan Sustain.

5S ini merupakan sebuah pendekatan yang digunakan untuk mengeleminasi aktivitas, atau benda kerja yang tidak bernilai tambah yang diadopsi dari Jepang.

Ketua Tim Pengabdi Bobby Mandala Putra, S.IP.,M.Si mengatakan bahwa kegiatan pengabdian di Kantor Kelurahan Buliang ini bukanlah yang pertama karena di tahun sebelumnya mereka sudah pernah melakukan pengabdian dengan judul “Optimalisasi Pelayanan Publik di Kantor Kelurahan Buliang”. Pengabdian kali ini merupakan lanjutan dari pengabdian sebelumnya.

Di tempat yang sama, Welly Sugianto, S.T., M.M selaku anggota tim pengabdian mengatakan bahwa pihak Kelurahan sangat menyambut baik kegiatan ini, bahkan Lurah Buliang mengatakan banyak terima kasih dan berharap ke depan kegiatan seperti ini dilakukan secara berkesinambungan dan tidak hanya di Kantor Kelurahan Buliang tapi bisa dilakukan juga di Kantor Keluarahan yang lain atau di institusi penyelenggara layanan publik lainnya.

Welly Sugianto menambahkan bahwa 5S merupakan sebuah pendekatan yang digunakan untuk mengeleminasi aktivitas, atau benda kerja yang tidak bernilai tambah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kinerja. 5S dapat diterapkan baik di manufaktur maupun di jasa. 5S terdiri dari 5 hal yakni Sort, Set in Order, Shine, Standardize dan Sustain.

Sasaran pengabdian ini adalah pada administrasi dokumen kelurahan. Pada tahap sort, Seluruh dokumen dikumpulkan dalam arena red tag. Tim pengabdi bersama pegawai kantor kelurahan Buliang  melakukan observasi untuk melihat dokumen-dokumen atau benda kerja yang masih digunakan atau tidak.

Dokumen atau benda kerja yang tidak digunakan dapat disimpan di gudang dan atau dimusnahkan. Pada tahap set in order, benda kerja atau dokumen yang masih sering digunakan diletakkan sedemikian rupa berdasarkan urutan dan fungsinya agar dapat dengan mudah dan cepat digunakan dan dicari.

Sebagai contoh formulir permohonan pengurusan KK diurutkan berdasarkan abjad atau dapat juga diurutkan berdasarkan tanggal untuk memudahkan pengambilan dan pencarian.

Halaman
12
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved