Setelah Didemo Ibu-ibu, Satpol PP Anambas Amankan Puluhan Wanita dari Sejumlah Cafe di Pulau Jemaja

Kasatpol dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan, terdapat 34 orang yang diamankan dari sejumlah tempat hiburan

Setelah Didemo Ibu-ibu, Satpol PP Anambas Amankan Puluhan Wanita dari Sejumlah Cafe di Pulau Jemaja
TRIBUNBATAM.id/SEPTYAN MULIA ROHMAN
Sejumlah wanita yang bekerja di tempat hiburan digiring petugas Satpol PP Anambas 

Tidak hanya mengamankan puluhan orang yang diduga sebagai wanita penghibur, pihaknya juga menutup sementara 7 tempat hiburan di pulau itu lantaran belum mengurus izin

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Puluhan orang yang diduga merupakan wanita penghibur yang bekerja pada sejumlah cafe di Pulau Jemaja diamankan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Kepulauan Anambas.

Langkah ini sebagai tindaklanjut atas aksi yang dilakukan sejumlah ibu rumah tangga dan warga yang merasa resah atas keberadaan kafe yang diduga terdapat wanita penghibur di dalamnya.

Zairin, Kasatpol dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Kepulauan Anambas kepada sejumlah awak media mengatakan, terdapat 34 orang yang diamankan dari sejumlah tempat hiburan di Pulau Jemaja.

Tidak hanya mengamankan puluhan orang yang diduga sebagai wanita penghibur, pihaknya juga menutup sementara 7 tempat hiburan di pulau itu lantaran belum mengurus izin.

"Ada 34 orang yang kami amankan. Nantinya akan kami serahkan ke Dinas Sosial untuk dipulangkan ke daerah asalnya," ujarnya Kamis (17/1/2019).

114 Pejabat Batanghari Ditahan di Sebuah Ruangan Oleh Bupati. Ternyata Ini Pemicunya

BERITA PERSIB - Persaingan Gelandang Persib Bandung Makin Ketat, Ghozali Siregar Siap Bersaing

Kabar Sule Nikahi Naomi Zaskia, Sama-sama Lakukan Perawatan di Klinik Kecantikan Ini

Pemkab Bintan Undang BNN Gelar Tes Urine Mendadak, Semua PNS Termasuk Bupati Apri Sujadi Ikut Tes

Ia menjelaskan, dalam dua hari terakhir ini, sejumlah ibu rumah tangga mendatangi langsung sejumlah tempat hiburan malam itu dan meminta wanita yang diduga bekerja sebagai wanita penghibur itu pulang ke daerah asalnya.

Sosialisasi kepada pemilik kafe dan tempat hiburan, sudah beberapa kali dilakukan agar segera mengurus perizinan. ‎

Tempat hiburan menurutnya boleh-boleh saja beroperasi selama mengantongi izin serta tidak menjual minuman beralkohol, dan tidak menyediakan wanita penghibur.

"Sosialisasi sebelumnya sudah kami lakukan di tahun 2018 kemarin. Agar penyedia tempat hiburan bisa mengurus dan melengkapi perizinannya," katanya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved