Tarif Jasa Pengiriman Barang Naik. Asperindo Yakin Masyarakat Tak Akan Mengeluh. Ini Alasannya

Asperindo menyakini kenaikan tarif ini tidak akan menimbulkan masalah dan keluhan dari masyarakat atau konsumen

Tarif Jasa Pengiriman Barang Naik. Asperindo Yakin Masyarakat Tak Akan Mengeluh. Ini Alasannya
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
ilustrasi. Salah satu agen resmi Pos Indonesia memberikan promo pengiriman sampai 15 persen. 

Ratusan perusahaan jasa pengiriman barang sepakat untuk menaikkan tarif pengiriman barang pada awal tahun 2019 ini

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Semua perusahaan penyedia jasa pengiriman barang sepakat untuk menaikkan tarif pengiriman pada awal 2019 ini.

Alasan utama kenaikan tarif pengiriman barang ini disebabkan karena tarif Surat Muatan Udara (SMU) telah dinaikkan maskapai atau airline.

"200 lebih perusahaan, mereka sepakat menaikkan tarif," kata Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia ( Asperindo), Mohamad Feriadi kepada Kompas.com, Rabu (16/1/2019).

Feriadi menyebutkan, hingga kini terdapat 200 lebih perusahaan penyedia jasa pengiriman barang menjadi anggota Asperindo.

Semuanya telah menyetujui dan menyapakati keputusan itu dalam sebuah rapat pada 2018.

"Kami membuat beberapa rekomendasi salah satunya adalah mendoronga semua perusahaan anggota Asperindo untuk melakukan penyesuaian. Karena, apabila tidak melakukan penyesuaian saat kondisi seperti ini akan berat sendiri menanggung biaya begitu tinggi," tuturnya.

Hasil Copa Del Rey Liga Spanyol - Real Madrid Kalah, Lolos, Atletico Madrid Seri, Tersingkir

AC Milan Kalah dari Juventus, Gonzalo Higuain Emosi dan Ngamuk

Debat Pilpres Malam Ini Harus Benar-benar Saling Menguji, Fahri Hamzah: Jangan Kayak Cerdas Cermat

VIRAL, Pria Ini Datang ke Pernikahan Mantan, Bikin Ibu Penganten Perempuan Menangis

Dia menerangkan, kenaikan tarif itu selambat-lambatnya dilakukan perusahaan pada awal 2019 dan menentukan sendiri besaran atau persentase kenaikan tarif dari tahun sebelumnya.

Karena Asperindo tidak mamatok berapa angka kenaikan tarifnya.

"Tidak ada (disepakati). Dikembalikan lagi masing-masing kepada perusahaan anggota asosiasi. Karena cost-nya pasti berbeda-beda tiap perusahaan," ujarnya.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved