Karimun Terkini

Kapal Ferry Penghubung Jemaja-Tarempa Tidak Bisa Sandar. Penumpang Terpaksa Turun Di Tengah Laut

Kapal ferry dengan nama Ceria Indomas dengan kapasitas 160 orang kursi penumpang itu harus menurunkan penumpang di tengah laut

Kapal Ferry Penghubung Jemaja-Tarempa Tidak Bisa Sandar. Penumpang Terpaksa Turun Di Tengah Laut
Tribunbatam.id/Septyan Mulia Rohman
Kapal ferry penghubung Jemaja - Tarempa Ceria Indomas. Kapal ini tidak bisa melakukan olah gerak kapal di Desa Telaga karena infrastruktur pelabuhan yang kurang memadai untuk operasi kapal ferry, Selasa (22/1/2019). 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas, Andi Agrial berjanji bakal melakukan survei terhadap pelabuhan di Desa Telaga Kecamatan Siantan Selatan.

Ini dilakukan setelah kapal ferry penghubung Jemaja-Tarempa yang singgah di desa itu tidak bisa sandar karena ruang gerak kapal yang sempit.

Alhasil, kapal ferry dengan nama Ceria Indomas dengan kapasitas 160 orang kursi penumpang itu harus menurunkan penumpang di tengah laut.

Dua Ruang Sekolah Yaspika Ludes Terbakar. Wakil Bupati Karimun Lihat Siswa Belajar di Laboratorium

KNPI Berharap Badan Narkotika Nasional Kabupaten Anambas Segera Dibentuk. Ini Tujuannya

Jalan alternatif Aduhai Makan korban, Warga Anambas Ini Minta Pemkab Perbaiki Jalan SP yang Putus

"Dalam waktu dekat ini kami akan survei. Tentunya melihat kondisi laut saat sedang teduh," ujarnya Selasa (22/1/2019).

Ia menjelaskan, meski proses bongkar muat barang dan penumpang dilakukan di tengah laut, namun ia mengklaim kalau posisi tersebut berlokasi tidak jauh dari pantai.

Proses ini pun, menurutnya juga melihat kondisi cuaca di laut. Artinya, bila kondisi gelombang laut sedang tinggi, maka proses bongkar muat diimbau untuk tidak dilakukan. Dari hasil survey, menurutnya akan diketahui apakah nantinya pelabuhan yang ada bakal diperpanjang atau membuat pelabuhan yang baru di Desa Telaga itu.

"Dari hasil survei nanti akan diketahui hasilnya," ungkapnya.

Sempitnya ruang gerak kapal ferry penghubung saat berada di Desa Telaga ini pun, dibenarkan oleh Muh. Nasrul Arsyad perwakilan managemen Ceria Indomas.
Ia mengatakan kalau kapal ferry terpaksa tidak singgah ke sana saat melakukan pelayaran perdana karena tidak ingin mengambil resiko.

"Kami pernah coba, tapi terlalu riskan untuk bisa sandar di sana. Karena ada beberapa sisi yang terdapat karang. Dari penjelasan warga, sebenarnya ada lokasi yang layak untuk dibangun pelabuhan," ungkapnya.(*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved