BATAM TERKINI

Tak Terimbas Tarif Bagasi Lion Air, Tarif Kargo Ternyata Sudah Naik Sejak 1 Januari 2019

Penerapan bagasi berbayar yang dilakukan maskapai Lion Air mulai 22 Januari ini, tak berdampak terhadap tarif pengiriman barang melalui kargo.

Tak Terimbas Tarif Bagasi Lion Air, Tarif Kargo Ternyata Sudah Naik Sejak 1 Januari 2019
TRIBUNBATAM.id/DEWANGGA RUDI SERPARA
Suasana di Kantor Pos Batam. Para pedagang online Batam mengeluhkan susahnya mengirim barang dagangan ke luar Batam belakangan ini. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Penerapan bagasi berbayar yang dilakukan maskapai Lion Air mulai 22 Januari ini, tak berdampak terhadap kenaikan harga pengiriman barang via jasa perusahaan pengiriman atau kargo.

Pengiriman melalui jasa pos misalnya.

"Kalau kami ikutnya sesuai tarif Surat Muatan Udara (SMU). Jadi tak ikut tarif penumpang. Tarif SMU ini beda dengan tarif penumpang," kata Wakil Kepala Bidang Operasi dan Bisnis Kantor Pos Cabang Batam, Muhammad Rusdi, Selasa (22/1/2019) di kantornya.

Tarif SMU yang diterapkan masing-masing maskapai pesawat sendiri, lanjutnya, memang sudah naik per 1 Januari 2019 kemarin.

Hal ini dinilai karena imbas sepinya penumpang yang bepergian menggunakan pesawat, dan berdampak terhadap tarif SMU. Kenaikan berlaku untuk semua tujuan.

"Karena ada kenaikan tarif SMU, otomatis kami juga melakukan penyesuaian tarif pengiriman barang melalui kantor pos," ujarnya.

Ia memberi contoh jika semula tarif SMU per kg seharga Rp 7.500 untuk satu tujuan, sekarang bisa mencapai Rp 17.000. Kenaikan tarif SMU ini berbeda-beda tergantung kebijakan antar maskapai.

Pelajari Kapan Petugas Berjaga, 2 Mantan Karyawan PT United Gasak Alat Kapal di Lokasi Perusahaan

Dikemas Palet hingga Lepas Ban. Begini Cara Pelaku Loloskan 3 Mobil Mewah dari Singapura

Hari Ini Bagasi Lion Air Bayar. Penumpang Pilih Bawa Tas Ransel, Para Porter Bandara Mulai Gelisah

Bagasi Lion Air Mulai Bayar, Pedagang Oleh-Oleh: Penjualan Turun, Penumpang Kurangi Bawa Oleh-Oleh

Dikabarkan Menghilang Sejak 9 Januari, Ternyata Wakil Bupati Trenggalek ke Eropa Hadiri Acara Ini

"Kalau tarif SMU misalnya Rp 17 ribu, kami kenakan tarif di atas itu, misal Rp 20 ribu per kg. Karena untuk tarif bongkar muatnya lagi, hantaran dan lainnya," kata Rusdi.

Ia mengakui, kenaikan tarif pengiriman barang ini, berdampak pada menurunnya animo masyarakat yang mengirim barangnya ke luar daerah.

"Kalau dibandingkan Desember kemarin yang ada harbolnas dan promo lainnya, Januari ini memang ada penurunan. Tapi kalau dibandingkan Januari 2018, justru kita lihat tumbuh," ujarnya.

Untuk saat ini, Rusdi menilai penurunan animo masyarakat yang mengirim barang menggunakan jasa pengiriman khususnya di kantor pos, masih wajar.

"Sekarang kan masih transisi dari tarif SMU sebelumnya. Kita lihatlah dulu. Kalau sampai Maret masih turun, berarti ada masalah," kata Rusdi. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved