Batam Terkini

Kebijakan Biaya Bagasi Berbayar Bisa Anjlokkan UKM. Asita: Punya Pesawat Domestik Begitu Mahal

Asita menyesalkan kebijakan bagasi berbayar yang memberikan dampak pertumbuhan ekonomi

Kebijakan Biaya Bagasi Berbayar Bisa Anjlokkan UKM. Asita: Punya Pesawat Domestik Begitu Mahal
TRIBUNBATAM.ID/ENDRA KAPUTRA
Suasana di Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (8/1/2019). Lion Air menunda kebijakan penghapusan layanan bagasi gratis hingga waktu yang belum ditentukan 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ketua Asosiasi Perusahaan Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Kepri menyoroti kenaikkan tarif bagasi berbayar.

Asita menyesalkan kebijakan bagasi berbayar yang memberikan dampak pertumbuhan ekonomi.

"Hal ini akan membuat UKM kita anjlok. Saya lihat ini akan semakin susah apabila tidak dipertimbangkan kembali," ujar Andika kepada Tribunbatam.id, Rabu (23/1/2019).

Kaget Harus Bayar Biaya Bagasi Rp 1,7 Juta, Penumpang Lion Air Ini Terpaksa Patungan & Utang Teman

Cara Hemat Biaya Bagasi Lion Air dan Wings Air, Beli Slot Bagasi 6 Jam Jelang Keberangkatan

Kebijakan Bagasi Berbayar Ternyata Bisa Untungkan UKM Batam. Ini Analisa Ketua ASITA Kepri

Pengaruh yang sangat besar terdampak pada UKM yang menjual oleh-oleh.

Pasalnya masyarakat membeli oleh-oleh tersebut dengan harga yang murah kemudian ditambah bagasi berbayar, menjadi mahal.

"Kalau kita bicara pariwisata di Kepri kita harus bedakan antara wisman atau wisnus harus dipisahkan. Pengaruh tetap ada, tapi pengaruh yang cukup besar itu adalah wisatawan nusantara, seperti dari Batam ke daerah lain Indonesia ataupun sebaliknya," ujar Andika di Swiss-Bell Hotel.

Kondisi saat ini, berangkat ke Jakarta dari Batam melalui Singapura cukup murah ketimbang dari Batam langsung ke Jakarta. Ada juga berita dari Aceh, mereka sampai membuat paspor untuk pergi ke Jakarta melalui Kuala Lumpur. Harganya jauh lebih murah ditambah lagi buat paspor harganya masih dibawah.

"Kami tidak mengerti Indonesia punya pesawat domestik begitu mahal. Sementara luar negeri jauh lebih murah," sesalnya.

Kebijakan kenaikan harga tiket pesawat tersebut sangat mengganggu," sesalnya.

Batam harus bisa memanfaatkannya sebagai wilayah yang sangat dekat dengan Singapura dan Malaysia. Bisa dilintasi dengan cukup menggunakan kapal.

"Dengan tiket pesawat yang mahal ditambah bagasi berbayar mereka pasti berpikir untuk apa ke wilayah Indonesia yang jauh kalau sampai di Batam sudah cukuplah. Dengan biaya yang murah meriah sehingga tak membuat mereka merogoh kocek yang begitu dalam. Apalagi kita baru mempromosikan Batam," paparnya.

Sayangnya kondisi Batam saat ini belum terkenal jika dibandingkan dengan tempat wisata lainnya. Jadi hal ini menjadi pekerjaan bagaimana cara Dinas Pariwisata membuat wisman tertarik datang ke Batam. (*)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved