BATAM TERKINI

Omset Outlet Oleh-Oleh di Batam Mulai Menurun, Penjual : Biasanya Ramai Saat Weekend Dibeli Wisman

Kebijakan bagasi berbayar mulai dirasakan imbasnya bagi sejumlah kalangan. Mulai penumpang, porter, hingga penjual oleh-oleh khas Batam.

Omset Outlet Oleh-Oleh di Batam Mulai Menurun, Penjual : Biasanya Ramai Saat Weekend Dibeli Wisman
TRIBUNBATAM.ID/DEWI HARYATI
Suasana di sebuah outlet oleh-oleh di Batam, Rabu (23/1/2019). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sepi pelanggan dirasakan beberapa outlet bisnis oleh-oleh di Batam.

Entah karena dampak penerapan bagasi berbayar yang dilakukan pihak maskapai Lion Air sejak Rabu (22/1/2019) lalu, atau karena faktor lainnya.

Yang jelas ada penurunan dari segi pembelian oleh-oleh.

Seperti di toko oleh-oleh khas Batam, Kek Pisang Villa. Seorang karyawan membenarkan, belakangan ini masyarakat yang membeli oleh-oleh Kek Pisang Villa menurun.

"Enggak tahu ya apa karena dampak itu atau tidak. Tapi kalau ditanya sepi, memang agak sepi," ujar seorang karyawan yang enggan namanya dikorankan, Kamis (23/1/2019).

Biasanya dalam satu atau dua jam, pasti ada pembeli yang datang. Kini mereka mesti menunggu hingga beberapa jam, baru ada pembeli lagi.

Penumpang Pesawat Kurangi Bawaan, 64 Porter Bandara Hang Nadim Terancam Beralih Profesi

VIRAL DI MEDSOS - Video Detik-detik Sebuah Rumah Terseret Arus Air Saat Banjir

Ditemukan Telentang Ada Ceceran Darah, Diduga Ini Penyakit yang Diderita Mayat di Hotel Bahari

Penumpang Tinggalkan Bagasi hingga Porter Sepi Job. Simak Fakta-fakta Setelah Bagasi Lion Air Bayar

Sepinya pembeli ini sudah dirasakan sejak seminggu setelah tahun baru 2019.

Mereka mengaku tak bisa berbuat banyak dengan kondisi ini. Besar harapan, pembeli akan kembali ramai seperti beberapa waktu lalu.

Selain di outlet Kek Pisang Villa, sepi pelanggan juga dirasakan di outlet Tiga Serangkai di Mega Mall. Outlet ini menjual makanan seperti keripik singkong, keripik pisang, dan emping.

Meski begitu, karyawan Tiga Serangkai, Vingky mengatakan, sepi pelanggan ini bukan karena dampak penerapan bagasi berbayar yang dilakukan pihak maskapai, sehingga membuat masyarakat urung membeli oleh-oleh karena semakin memberatkan barang bawaan dan mahal.

"Sepinya itu lihat-lihat hari juga, tergantung. Biasanya Jumat, Sabtu, Minggu ramai karena banyak orang luar yang datang. Senin juga ramai. Kemarin (Rabu) ramai," kata Vingky.

Dikatakan, biasanya wisatawan asal Malaysia yang suka membeli oleh-oleh di Tiga Serangkai. Harga oleh-oleh yang ditawarkan bervariasi. Mulai dari Rp 15 ribu, Rp 20 ribu.

"Ini dibuat di Batam. Produksinya di Batuaji," ujarnya. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved