BATAM TERKINI

OJK Bidik Layanan Keuangan Wilayah Terpencil di Kepri

OJK merasa tertantang bagaimana masyarakat wilayah terpencil di Kepri seperti Natuna dan Anambas bisa terjangkau layanan di sektor jasa keuangan.

OJK Bidik Layanan Keuangan Wilayah Terpencil di Kepri
KONTAN
Otoritas Jasa Keuangan 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tingkat literasi dan inklusi masyarakat Kepri cukup menggembirakan. Yakni sebesar 37,1 persen. Lebih tinggi di atas rata-rata nasional sebesar 29,7 persen.

Begitu pun dengan indeks inklusi di Kepri, sebesar 74,5 persen. Lebih tinggi di atas rata-rata nasional yang hanya 69 koma sekian persen.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri, Iwan M Ridwan saat kegiatan sosialisasi bertema "Mendorong Pertumbuhan Ekonomi melalui Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan serta Layanan Pengaduan Konsumen", Kamis (24/1/2019) di Swissbel Harbour Bay Hotel.

"Tahun ini berdasarkan peraturan presiden, target inklusi keuangan sebesar 75 persen. Mudah-mudahan angka 0,5 persen lagi ini bisa dicapai," harap Iwan.

Untuk mengejar angka pencapaian itu, diakui Iwan menjadi tantangan sendiri.

Lantaran letak geografis di Kepri yang terdiri dari ribuan pulau. Terutama di Kabupaten Anambas, Lingga dan Natuna.

Kini Butuh Waktu Tempuh 2 Jam, Kapal Roro Batam-Bintan Ubah Jalur. Ini Alasannya!

CATAT! 19 Rumah Sakit dan Klinik Utama di Batam Masih Bekerja Sama dengan BPJS Kesehatan

JANGAN LEWATKAN! Hari Ini Hari Terakhir, Pegadaian Mega Mall Gelar Lelang Bazar Emas

TEREKAM CCTV, Pelaku Pecah Kaca Mobil Kepsek SMAN 1 Batam Dua Orang Naik Honda Beat

"Tantangan kita, bagaimana masyarakat wilayah terpencil bisa terjangkau layanan di sektor jasa keuangan," ujarnya di hadapan peserta sosialisasi yang rata-rata dari perbankan.

Iwan melanjutkan, peningkatan inklusi diperlukan. Karena ikut mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Peningkatan 1 persen inklusi bisa mendorong PDRB sebesar 0,03 persen.

"20 persen peningkatan inklusi, mampu menciptakan 1,7 juta pekerjaan baru," kata Iwan.

Dalam kegiatan itu, OJK juga mendorong pihak perbankan dan industri jasa keuangan lainnya di Kepri, untuk bisa meningkatkan literasi dan inklusi kepada masyarakat.

OJK telah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kepri membentuk tim percepatan akses keuangan daerah.

"Kepada perbankan yang telah menerbitkan produk laku pandainya, bagaimana produknya dapat menjangkau ke daerah terpencil. Seperti Natuna dan Anambas," kata Iwan.

Seiring berkembangnya revolusi industri 4.0, OJK juga mendorong industri jasa keuangan untuk memanfaatkan layanan tersebut untuk mendorong sektor jasa keuangan. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved