Bintan Terkini

Kisah Nelayan Tenggelam di Lautan,

Awalnya saat turun ke laut, kondisi baik baik saja. Namun saat pompong mereka berada di perairan antara Pulau Nikoi dan Batu Malang Buru

Kisah Nelayan Tenggelam di Lautan,
TRIBUBATAM.id/AMIN
Isak tangis keluarga nelayan Galang Batang dan Kawal yang mengalami insiden tenggelam dan terombang ambing di antara tingginya gelombang langsung pecah manakala kapal evakuasi yang diawaki lima polisi bersandar di dermaga pelabuhan ikan Kawal, Minggu (27/1/2019) siang, pukul 15.00 WIB. 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - Jupri (19), satu dari tiga nelayan Galang Batang yang tenggelam dan terombang ambing di laut selama 7 jam menceritakan kisahnya.

Jupri dan dua kawannya, Andi (46) dan Andi (16) nyaris putus asa saat di tengah tengah lau. Pasalnya, dalam situasi terombang ambing dan tubuh dimainkan ombak kuat, tanda tanda akan adanya bantuan kapal yang akan datang menolong mereka tak kunjung terlihat.

Ketiganya mengalami kejadian tenggelam atau kecelakaan laut Minggu pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Persitiwa itu terjadi lima jam pasca pompong mereka meninggalkan pantai pada pukul 03.00 WIB atau jelang subuh.

"Kami turun ke laut jam 3 suboh (subuh), mulai tenggelam jam 7 pagi,"kata Jupri.

Awalnya saat turun ke laut, kondisi baik baik saja. Namun saat pompong mereka berada di perairan antara Pulau Nikoi dan Batu Malang Buru, kapal mendadak dihempas ombak, dan bocor. Begitu kapal bocor, ketiganya langsung terjun ke laut dengan berpegangan dengan kotak fier.

"Begitu kapal pecah, dan bocor, kami langsung naiki kotak fiber, kebetulan ada dua biji (kotak) fiber,"kata Jupri.

Dengan kotak fiber, mereka mencoba berjuang menuju daratan dan berusaha mencari pertolongan. Andi, yang paling yunior menangis begitu mereka sudah terombang ambing di laut. Hanya kotak fiber sebagai satu satunya tumpuan. Pompong mereka sendiri sudah karam, tidak bisa lagi dipakai.

Beruntung, satu alat komunikasi berupa hanphone yang sempat dibawa saat kapal tenggelam bisa dipakai. Dalam kondisi sinyal seluler lemah, mereka menggunakan handphone tersebut untuk menghubugi orang di darat memberitahu bahwa mereka tenggelam di laut dengan jarak sekitar 12 mil lebih dari pantai Kawal.

Kapal Nelayan Kecelakaan Laut di Bintan, Iptu R. M Isa Ceritakan Detik-detik Penyelamatan 3 Nelayan

Kapal Nelayan Kecelakaan Laut di Bintan, 3 Nelayan Selamat Ini Disambut dengan Isak Tangis Keluarga

Momen Mengharukan, Isak Tangis Keluarga 3 Nelayan Pecah Melihat Keluarga Mereka Selamat

 

"Itu handphone mereka, tinggal separuh baterainya, beruntung masih bisa dipakai, mereka kemudian hubungi orang di darat menginformasikan kalau kapal mereka tenggelam dan posisi mereka sudah terombang ambing di laut pakai kotak fiber,"kata seorang petugas kepolisian yang datang menyelamatkan mereka dengan kapal.

Dari informasi tersebut, pihak Polsek Gunung Kijang kemudian mendapatkan pemberitahuan dari ketua RT Kampung Masiran bahwa ada kejadian insiden kecelakaan laut. Pihak Polsek Gunung Kijang mendapatkan informasi kejadian sekitar pukul 10.30 WIB.

Selanjutnya, anggota piket Yanmas Polsek Gunung Kijang beserta Pawas langsung melakukan koordinasi dengan pihak Basarnas dan melakukan pencarian di tempat yang diinfokan dengan menggunakan kapal Ikan KM.PJK GT.28NO.004/GGF milik Akok, bos ikan di Kawal.

Jupri bercerita, ia tak membayangkan betapa girangnya mereka begitu kapal ikan yang ditumpangi para personnil kepolisian Polsek Gunung Kijang datang menghampiri mereka pada pukul 14.00 WIB. Jupri langsung teriak kepada dua kawannya begitu bodi kapal penolong makin mendekat. "Ya Allah, kita masih hidup lagi, kita masih hidup..."katanya.

Dengan menggunakan tali kapal yang dilempar para petugas kapal dan polisi, ketiganya ditarik naik kapal. Posisi tubuh mereka sangat lemah karena berjam jam berjuang menyelematkan diri di tengah laut yang luas. "Kuasa Allah, ini semua kuasa Allah,"kata Iptu R.M Isa, salah satu petugas kepolisian yang ikut dalam penyelamatan dengan terharu. Pihaknya sangat bahagia bisa melakukan penyelamatan di tengah angin dan ombak laut yang tinggi. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved