Anambas Terkini

35 Penyandang Disabilitas Mental di Anambas Boleh Nyoblos Pemilu

Kecamatan Palmatak diketahui paling banyak terdapat tuna grahita yang bakal menggunakan hal pilihnya sebanyak 16 orang

35 Penyandang Disabilitas Mental di Anambas Boleh Nyoblos Pemilu
Istimewa
Ilustrasi Disabilitas 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Tiga puluh lima Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau disabilitas mental bakal menggunakan hak pilihnya saat Pemilu pada 17 April 2019 mendatang.

Padillah, S. Kom Komisioner KPU Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan, masuknya puluhan orang ini, bahkan sudah diplenokan pada bulan Desember 2018 kemarin.

"Masuk ke dalam tuna grahita. Dan sudah diplenokan saat rekapitulasi dan penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2)," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan seluler Senin (28/1/2019).

Ketua divisi data pemilih di KPU Anambas ini menjelaskan, awalnya terdapat 66 orang yang tercatat sebagai ODGJ berdasarkan data yang diperoleh Dinas sosial, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pemberdayaan masyarakat desa Kabupaten Kepulauan Anambas.

Mereka pun kemudian melakukan pendekatan sosial dengan mendatangi secara langsung, termasuk menemui keluarga mereka.

Kecamatan Palmatak diketahui paling banyak terdapat tuna grahita yang bakal menggunakan hal pilihnya sebanyak 16 orang. Sementara di Kecamatan Siantan tidak ada alias nihil.

"Data yang kami peroleh itu, data yang pernah direhab. Dari pengecekan yang kami lakukan, kami temukan banyak yang sehat. Bahkan, sudah bisa menghidupi keluarganya," ungkapnya.

Jaksa Masuk ke Sekolah - Sekolah di Anambas, Ternyata Ini Target yang Dibidik

Citilink Bakal Berlakukan Bagasi Berbayar Mulai 8 Februari, Ini Bocorannya!

Alasan Pria Minum Darah Kucing di Karimun, Polisi Temukan 7 Bangkai Kucing di Rumah FS

Tidak hanya pemilih penyandang disabilitas tuna grahita, dalam DPTHP-2 itu, juga memuat pemilih penyandang disabilitas tuna Daksa sebanyak 40 orang, tuna netra sebanyak 25 orang, tuna rungu/wicara sebanyak 26 orang, dan penyandang disabilitas lainnya sebanyak 30 orang.

"Untuk penyandang disabilitas lainnya ini meliputi penyandang disabilitas permanen tapi tidak bawaan lahir. Misalnya, cacat karena laka kerja," bebernya.

Padillah juga merincikan kalau dalam DPTHP-2, terdapat jumlah pemilih baru sebanyak 1.179 pemilih dengan rincian pemilih laki-laki sebanyak 649 orang, dan pemilih perempuan sebanyak 530 orang. Adapun untuk perbaikan data pemilih sebanyak 1.110 pemilih dengan rincian pemilih laki-laki sebanyak 581 orang pemilih, dan pemilih perempuan sebanyak 529 orang pemilih.

"Rekapitulasi DPTHP-2 menetapkan jumlah pemilih sebanya 31.529 pemilih dengan rincian pemilih laki-laki sebanya 16.280 orang dan pemilih perempuan berjumlah 15.249 pemilih yang tersebar di tujuh kecamatan, 54 desa/kelurahan, dan 150 TPS," ujarnya.

Ketua KPU Anambas, Jufri Budi mengatakan, terdapat kategori yang masuk ke dalam disabilitas mental agar dapa memilih pada Pemilu serentak 2019 ini. Selain memperoleh reomendasi dari tenaga kesehatan di tempat yang bersangkutan, terdapat kategori yang masuk dalam disabilitas mental ini.

"Seperti penyandang autis, bipolar juga masuk dalam kategori ini. Secara adinistrasi kependudukan memenuhi untuk didata sebagai pemilih," ungkapnya.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved