Jalan SP Anambas Masih Putus, Begini Cara Alternatif Warga Melintas ke Desa Tarempa Timur

Ya, cara yang dilakukan ini dilakukan oleh warga yang ingin melintas ke arah Desa Tarempa Timur Kecamatan Siantan

Jalan SP Anambas Masih Putus, Begini Cara Alternatif Warga Melintas ke Desa Tarempa Timur
TRIBUNBATAM.id/ TYAN
warga saat melewati pelantar kayu persis di samping jalan SP yang putus 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Kendaraan roda dua terparkir di depan halaman salah satu bank hingga ke tempat penginapan yang ada di Tarempa.

Tidak jauh dari ‎titik jalan Selayang Pandang yang putus, di sisi sebelah persis di depan salahsatu restoran juga terparkir sepeda motor.

Sesekali, tampak warga yang membawa sepeda motor menepikan sepeda motornya di depan restoran dan membawa kembali sepeda motor yang berbeda setelah menyebrang melalui jembatan kayu.

Ya, cara yang dilakukan ini dilakukan oleh warga yang ingin melintas ke arah Desa Tarempa Timur Kecamatan Siantan paska jalan Selayang Pandang putus paska dihantam gelombang laut.

Langkah ini, menjadi alternatif daripada harus melewati jalan Cengkareng yang sudah memakan korban karena jalan yang sempit dan kontur berkelok dan licin.

"Semenjak jalan SP putus jadi seperti itu. Jadi ada dua sepeda motor yang ditempatkan di masing-masing sisi," ujar Ismeth salahseorang warga Senin (28/1/2019). ‎Meski mengaku agak sedikit repot, namun menurutnya cara ini jauh lebih baik dibandingkan harus melewati jalan Cengkareng 'Aduhai' atau harus memutar melewati jalan lingkar Temburun, Rintis- Batu Tambun untuk bisa sampai ke Tarempa.

Terjawab Momen Veronica Tan Bersama Dua Anaknya, Tak Ikut Kumpul Keluarga Ahok dan Puput

Perbaiki Performa S3ks hingga Kurangi Gejala Penyakit Raynaud, Ini 4 Manfaat Tidur Pakai Kaos Kaki

Tolak Angka 46 Dipensiunkan, Valentino Rossi : Harus Diwariskan

Resepsi Pernikahan di Baloi Batam Ricuh, Isteri dan Ibu Histeris saat Pengantin Pria Diangkut Polisi

"Rumah kebetulan di (Desa) Tarempa Timur. Khawatirnya kalau istri saja pas lewat jalan Cengkareng atas itu atau lewat Temburun pas mau jemput anak sekolah," ungkapnya. Ia pun berharap, agar ada langkah nyata dari pihak terkait agar akses jalan yang putus itu bisa dilalui kendaraan dengan normal. Akses jalan darurat berbahan kayu pun, dibuat untuk mempermudah masyarakat menyebrang, meski harus bergantian menunggu untuk bisa menggunakan jalan pelantar kayu itu.

Dibagian lain, meski jalan Selayang Pandang itu kondisinya sudah memprihatinkan dan dihantui dapat ambruk sewaktu-waktu, nyatanya ada saja kendaraan berat roda empat sambil membawa muatan yang nekat melintasi jalan itu.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Kepulauan Anambas, Herdi Usman bahkan sempat menghalang mobil pick up yang nekat lewat di jalan Selayang Pandang dengan muatan penuh dengan orang-orang.

"Itu tanggal 25 Januari 2019 kemarin sekitar pukul dua siang. Saya berhentikan karena kondisi tiang pondasi jalan Selayang Pandang itu ‎dikhawatirkan tidak sanggup lagi untuk menopang beban berat," ujarnya.

Ia pun mendesak kepada Pemerintah Daerah untuk segera mengambil langkah nyata, agar kondisi seperti ini terkesan tidak dibiarkan berlarut-larut. "Tolong Pemerintah ambil tindakan segera. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved