Imlek 2019 - Berebut Makanan Gratis, Dua Lansia Tewas Berdesakan di Kuala Lumpur
Niat baik berakhir dengan tragedi. Dua wanita lanjut usia (lansia) tewas saat berebut makanan gratis di Kuala Lumpur, Selasa (20/1/2019).
TRIBUNBATAM.ID, KUALA LUMPUR - Niat baik berakhir dengan tragedi. Dua wanita lanjut usia (lansia) tewas saat berebut makanan gratis di Kuala Lumpur, Selasa (20/1/2019).
Para korban diidentifikasi sebagai Ah Poh (85, dan Law Ion Nang (78). Dua lansia ini tewas setelah terluka parah saat berebut kupon makanan gratis di antara seribuan orang.
Makanan prasmanan gratis ini rencananya dibagikan pada 11 Februari, bersamaan dengan perayaan Imlek atau Tahun Baru Cina di pusat jajanan di Kompleks Komersial Terpadu ( Integrated Commercial Complex/ICC) Pudu, Kuala Lumpur.
Namun, seperti dilansir TribunBatam.id dari The Star Malaysia, jumlah peminat makanan gratis tersebut ternyata jauh di luar perkiraan.
Kupon makanan yang disediakan hanya 200 kupon saja sementara peminatnya mencapai seribuan orang.
Putra Ah Poh yang berusia 50 tahun hanya disebutkan dengan nama Hiew mengatakan bahwa ibunya tidak memiliki penyakit apapun.
Ibunya itu tewas saat berdesakan dengan orang lain dan kemudian sesak nafas.
Seorang anggota manajemen ICC Pudu yang menolak disebutkan namanya mengatakan, itu adalah kali kedua perusahaan itu menyumbangkan kupon makanan gratis untuk merayakan Imlek.
"Ini adalah inisiatif dari penyewa untuk menyediakan makanan gratis bagi mereka yang membutuhkannya. Kupon itu dimaksudkan untuk digunakan untuk mendapatkan akses ke makanan bergaya prasmanan pada 11 Februari di area jajanan di sini," katanya.
Menurut dia, tahun lalu, kegiatan serupa berlangsung dengan tertib dan tidak ada masalah.
Menggambarkan adegan itu sebagai kekacauan, dia mengatakan banyak orang menyerbut ICC itu setelah mereka mendengar tentang program makan gratis.
"Hanya ada 200 kupon yang tersedia tetapi ratusan orang muncul sehingga suasana sangat berdesakan," katanya.
"Empat orang pingsan selama acara itu dan kami telah memanggil ambulans tetapi pada pertolongan tiba, dua wanita itu telah meninggal," katanya.
Seorang penjaga keamanan berusia 62 tahun mengatakan, mereka sudah berupaya mengatur antrean dengan tertib dan dipanggil per empat orang untuk mendapatkan kupon.
"Namun, mereka yang antre mengabaikan arahan dan mereka mulai saling medorong. Mereka takut tidak kebagian karena hanya 200 kupon yang disiapkan," katanya.