Karimun Terkini

Karantina Amankan Bibit Sawi dari Malaysia, Barang Dititipkan Lewat ABK Kapal

Bibit sawi itu berasal dari Negara Malaysia yang masuk dengan cara dititip kepada ABK kapal ferry tujuan Tanjungbalai Karimun

Karantina Amankan Bibit Sawi dari Malaysia, Barang Dititipkan Lewat ABK Kapal
Tribunbatam.id/Elhadif Putra
Bibit sawi asal Malaysia yang diamankan Karantina Karimun. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Petugas Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun kembali mengamankan komoditas yang beresiko.

Adapun komoditas tersebut adalah sebanyak 29 kilogram bibit sawi dari luar negeri tanpa dilengkapi dokumen. Petugas Karantina mengamankannya di Pelabuhan Internasional Karimun pada Jumat (25/1/2019) bersama petugas bea dan cukai.

Balai Karantina Tanjungpinang Cegah Burung Selundupan dari Malaysia. Ini Sebabnya

Keramba Ikan Nelayan Malaysia Hanyut di Perairan Karimun. Ternyata Ini Penyebab Hanyutnya

BREAKINGNEWS! Petugas Polda Kepri Tarik Dua Unit Mobil BMW Bodong dari Bengkel di Baloi Permai

Seorang petugas Stasiun Karantina, Ade Christian Manik menerangkan bibit sawi itu berasal dari Negara Malaysia yang masuk dengan cara dititip kepada ABK kapal ferry tujuan Tanjungbalai Karimun.

"Bibit itu dititipkan lewat kru kapal dan ada orang yang akan mengambilnya" kata Ade, Selasa (29/1/2019).

Ketika mendapatkan barang berisiko tersebut, petugas melihat seorang pria yang datang menjemputnya. Petugas kemudian melakukan interogasi terhadapnya.

Hasilnya, diketahui bibit tanaman dari negara tetangga itu tidak dilengkapi dokumen, seperti phytosanitary certificate dan surat izin pemasukan dari Kementerian Pertanian.

"Kita tanya apakah bibit tersebut dilengkapi oleh dokumen perizinannya. Dan, ternyata Ia mengaku tidak ada," terang Ade.

Karena tidak dilengkapi dengan dokumen maka dikhawatirkan dapat menyebabkan masuknya penyakit yang belum ada di Indonesia. Petugas juga curiga bibit itu bukan untuk dipakai di Karimun karena tidak adanya lahan pertanian sawi yang luas.

"Dikhawatirkan lagi ini bukan hanya akan ditanam di Karimun tetapi akan diedarkan ke luar pulau," ujar Ade.

Atas alasan itu petugas Stasiun Karantina Kabupaten Karimun kemudian mengamankannya agar tidak beredar di masyarakat. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved