Karimun Terkini

Keramba Ikan Nelayan Malaysia Hanyut di Perairan Karimun. Ternyata Ini Penyebab Hanyutnya

menurut para nelayan keramba yang hanyut berasal dari Malaysia. Pasalnya tidak ada keramba ikan di kawasan Tokong Hiu

Keramba Ikan Nelayan Malaysia Hanyut di Perairan Karimun. Ternyata Ini Penyebab Hanyutnya
Tribunbatam.id/Elhadif Putra
Nelayan Leho sedang menarik keramba hanyut ke darat 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Diduga karena angin kencang, sebuah keramba ikan milik nelayan Malaysia hanyut hingga ke perairan Karimun.

Keramba tersebut ditemukan oleh dua orang nelayan asal Leho, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun yang hendak menjaring ikan tenggiri pada Senin (29/1) pagi di perairan Tokong Hiu.

Kios BBM dan Kerambah Ikan di Pulau Pecong Ikut di Sapu Puting Beliung

BREAKING NEWS. Kapal Nelayan Karimun Tenggelam di Papua, 13 ABK Hilang, 4 Ditemukan Tewas

Pemuda yang Diduga Bunuh Kucing Lalu Minum Darahnya, Dipulangkan Warga Karimun ke Sumatera

Dimana pada saat menuju lokasi tangkap ikan, nelayan bernama Sopian dan Bono itu melihat sesuatu seperti batu yang mengapung di tengah laut. Begitu didekati, ternyata mereka menemukan keramba ikan berbentuk rumah dari kayu yang hanyut.

"Keduanya menuju lokasi menjaring. Dari kejauhan nampak benda mengapung. Setelah mereka lihat lebih dekat ternyata seperti rumah hanyut," kata Kapolsek Tebing, AKP Budi Hartono, Selasa (29/1/2019).

Karena dirasa dapat mengganggu, Sopian dan Bono berusaha memindahkannya. Mereka juga dibantu oleh beberapa nelayan lain yang baru pulang melaut untuk menarik keramba itu ke daerah Leho.

Budi menyebutkan, menurut para nelayan keramba yang hanyut berasal dari Malaysia. Pasalnya tidak ada keramba ikan di kawasan Tokong Hiu.

"Saksi menduga keramba itu punya orang Malaysia yang hanyut karena terkena gelombang laut besar dan angin kencang," ucapnya.

Kayu keramba ikan itu rencananya akan di bongkar dan rencananya dipakai untuk perbaikan jembatan tambatan pompong nelayan Leho yang rusak.

"Saat ditemukan kondisinya sudah rusak juga. Daripada mengotori laut menurut nelayan lebih baik kayu yamg masih bagus dipakai untuk perbaikan jembatan tambatan perahu mereka," terang Budi. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved