Karimun Terkini

Pemasok Minuman Keras Senilai Rp 8,5 Miliar Belum Terungkap, Bea Cukai Terpaksa Melakukan Ini

Barang bukti miras dan kapal telah ditetapkan statusnya sebagai Barang Disita Negara (BDN)

Pemasok Minuman Keras Senilai Rp 8,5 Miliar Belum Terungkap, Bea Cukai Terpaksa Melakukan Ini
TRIBUNBATAM/ENDRA KAPUTRA
ilustrasi pemusnahan barang bukti sitaan minuman beralkohol atau miras di Batam, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kantor Wilayah Khusus Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepulauan Riau menegah upaya penyelundupan minuman mengandung etil alkohol (MMEA) atau miras senilai Rp 8,5 miliar lebih pada 4 Januari lalu.

Minuman haram tersebut berasal dari Singapura dengan tujuan Palembang, Sumatera Selatan menggunakan Kapal Motor (KM) LCT Hansen Samudera I.

Empat kru Kapal Motor (KM) LCT Hansen Samudera I telah ditetapkan sebagai tersangka.

Namun begitu sampai hari ini, BC Kepri belum berhasil mengungkap siapa pemilik atau pemesan minuman haram di dalam negeri.

Kepala Kanwil Khusus DJBC Kepri, Agus Yulianto saat dihubungi Tribunbatam.id mengatakan kasus tersebut masih dalam pengembangan.

"Belum (tertangkap pemesan, red), masih pengembangan," kata Agus Yulianto, Rabu (30/1/2019).

Perihal pemusnahan, Agus mengatakan, akan dilakukan pada Februari 2019. Sebenarnya kata Agus, dirinya berencana menggelar acara pemusnahan berbarengan dengan acara rapat kerja wilayah beberapa waktu lalu namun batal dikarenakan proses adminstrasinya belum kelar.

Kejari Karimun Sewa Balon Udara, Angkat Barang Bukti Kapal Tanker yang Karam di Dasar Laut

Dua Tersangka Mega Proyek Pelabuhan Internasional Dompak Diserahkan ke Kejari Tanjungpinang

Bea Cukai Perketat Pengawasan Barang Bawaan Penumpang Kapal Pelni, Begini Caranya Agar Bisa Lolos

"Pemusnahan rencananya pada saat coffee morning, Februari. Awalnya mau bareng rakerwil tapi waktunya mepet, nggak kekejar prosese adminnya," ujarnya.

Miras sebanyak 12.294 botol berbagai merek tersebut diamankan di sekitaran perairan Horsburgh, pada 4 Januari 2019 sekitar pukul 19.30 WIB oleh kapal patroli BC-20006 dan BC 119.

Barang bukti miras dan kapal telah ditetapkan statusnya sebagai Barang Disita Negara (BDN).

Halaman
12
Penulis: Rachta Yahya
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved