ANAMBAS TERKINI

Mulai 10 Februari, Maskapai Wings Air Layani Penerbangan ke Anambas Empat Kali Sepekan

Tiga kali pertemuan, diakuinya dilakukan dengan perwakilan managemen Lion Air Grup di Jakarta untuk merealisasikan penambahan frekuensi

Mulai 10 Februari, Maskapai Wings Air Layani Penerbangan ke Anambas Empat Kali Sepekan
Ist
Pesawat Wings Air di Bandara Letung Pulau Jemaja saat ujicoba penerbangan Minggu (24/9/2017) 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Frekuensi penerbangan maskapai Wings Air dari Bandara Letung ke Batam ditambah.

Per tanggal 10 Februari 2019, maskapai ini bakal melayani penerbangan pada hari Minggu.

Dengan adanya penambahan frekuensi penerbangan ini, dalam satu pekan maskapai ini melayani penumpang selama empat hari yakni pada hari Senin, Rabu, Jum'at dan Minggu.

"Alhamdulillah, menjadi empat kali penerbangan. Dari Batam berangkat pukul 12.30 WIB‎, dan dari Bandara Letung ke Anambas pukul 13.55 WIB menuju Bandara Hang Nadim, Batam," ujar Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Bandara Letung Ariadi Widiawan Kamis (31/1/2019).

Penambahan frekuensi penerbangan maskapai komersil dari Bandara Letung ke Batam, diakuinya membutuhkan sejumlah proses.

Tiga kali pertemuan, diakuinya dilakukan dengan perwakilan managemen Lion Air Grup di Jakarta untuk merealisasikan penambahan frekuensi penerbangan itu.

BERITA PERSIB - Lawan Persiwa di Bandung, Miljan Radovic Sebut Pemain Persib Harus Lebih Fight

Kabar Terbaru Ustaz Arifin Ilham Tiba di Azzikra Bogor, Disambut Kumandang azan

Video-video Banjir di Arab Saudi Hingga Menyeret Mobil dan Tewaskan 12 Orang

Bom Rakitan Meledak dan Tewaskan Penambang Batu, Kondisi Korban Mengenaskan

Selain meningkatkan kunjungan wisata ke Anambas, penambahan frekuensi di hari Minggu ini, menurutnya juga mempertimbangkan ketersediaan transportasi di hari libur itu.

"Pertimbangan kami seperti itu. Sehingga, bagi wisatawan ‎yang hendak datang pada hari Jum'at, bisa kembali pada hari Minggu," ungkapnya seraya mengatakan terdapat 72 seat kursi penumpang dari Batam ke Bandara Letung dan 65 seat untuk penerbangan sebaliknya.

Ariadi pun mengklaim, animo masyarakat maupun calon penumpang yang ingin menggunakan maskapai komersil di Bandara Letung itu tergolong tinggi, meski dari pihak maskapai memberlakukan kebijakan bagasi berbayar yang belakangan menjadi kontroversi.

Ia juga mengatakan kalau di 2019, tidak menutup kemungkinan adanya maskapai komersil lain yang membuka rute dari dan ke Bandara Letung.

"Sambil berjalan, tentunya kami akan melihat kedepan. Untu animo tetap berjalan normal," ungkapnya.

Video-video Banjir di Arab Saudi Hingga Menyeret Mobil dan Tewaskan 12 Orang

Jawaban Sule Ketika Ditanya Soal Gaji Bikin Atta Halilintar Melongo

Atiqah Hasiholan Temani Ratna Sarumpaet, Penyerahan Berkas Kasus Hoax ke Kejaksaan

Penambahan frekuensi penerbangan dari Bandara Letung di Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur itu pun, disambut positif oleh warga. Gunawan salahsatunya.

Meski demikian, pihaknya meminta kepada pihak maskapai untuk mengkaji ulang kebijakan bagasi berbayar yang sempat membuat heboh di sejumlah daerah di Indonesia itu.

"Penambahan frekuensi penerbangan, tentu kami apresiasi. Hanya kalau boleh berkomentar, kebijakan bagasi berbayar itu kalau bisa dikaji lah. Sayang saja, animo masyarakat terdepan yang terbilang baru menikmati penerbangan komersil dan terjangkau, kembali dibebankan dengan biaya yang terbilang mahal," katanya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved