Motif Pembunuhan Sadis Terungkap, Pelaku Mengaku Sakit Hati Karena Ungkapan Cintanya Selalu Ditolak

Irma dan dua keponakannya, Fauzan Ponotoreng (7) dan FN, bayi berusia satu tahun, tewas dibunuh NN pada Sabtu (2/2/2019) malam

Motif Pembunuhan Sadis Terungkap, Pelaku Mengaku Sakit Hati Karena Ungkapan Cintanya Selalu Ditolak
KOMPAS.com/Dok Polres Pulau Buru
NN seorang pria terduga pelaku pembunuhan tiga orang warga di Desa Wailikut, Kecamatan Waisama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku menjalani pemeriksaan di Kantor Polres Pulau Buru, Minggu malam (3/2/2019).( 

TRIBUNBATAM.id, AMBON - Kasubbag Humas Polres Pulau Buru, Ipda Dede Syamsi Rifai mengatakan, tersangka NN nekat membunuh Irma Saleky, warga Desa Waelikut, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan karena cintanya ditolak oleh korban.

Irma dan dua keponakannya, Fauzan Ponotoreng (7) dan FN, bayi berusia satu tahun, tewas dibunuh NN pada Sabtu (2/2/2019) malam.

“Motifnya itu sakit hati, karena korban selalu menolak rasa cinta yang diutarakan pelaku,” kata Dede kepada Kompas.com, Senin (4/2/2019).

Dede menjelaskan, NN semakin sakit hati karena ternyata Irma lebih memilih dekat dengan kakak tersangka yakni AN.

Saat didekati, korban selalu memarahi tersangka dan menjauh darinya. Karena rasa sakit hati itu tersangka berencana membunuh korban pada Sabtu malam.

Irma tewas saat sedang menonton televisi di ruang tamu sambil menggendong anak kakaknya, FN.

Wah Deretan Artis Papan Atas Korea Selatan Ini Kembali Dari Wamil Tahun 2019, Siapa Saja ?

Viral Video Macan Tutul Lepas dan Terkam Warga, Perlu 9 Jam untuk Menangkap

Tak Kunjung Quorum, Sidang Paripurna DPRD Karimun Akhirnya Dibatalkan

Mulan Jameela Unggah Pesan Haru, Besuk Ahmad Dhani 4 Februari 2019 ke Rutan Cipinang

“Tersangka datang dari arah belakang kemudian tersangka mengeluarkan parang dan langsung membunuh korban dari bagian leher,” kata Dede.

Dede mengatakan, kakak iparnya yang juga berada di ruang tamu bersama beberapa anaknya ikut menyaksikan kejadian tersebut. Namun, diduga karena panik, kakak iparnya itu hanya terdiam dan tidak bisa melerai.

“Saat itu ibu FN hanya bisa diam, sementara beberapa orang anaknya langsung lari dari rumah tersebut,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, tiga warga Desa Wailikut, Kecamatan Waisama, Kabupaten Buru Selatan yaitu Irma Saleky (37), Fauzan Ponotoreng (7) dan FN, seorang bayi berusia satu tahun, tewas dibunuh pada Sabtu malam.

Halaman
123
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved