BATAM TERKINI

SMK Negeri 6 Batam Masuk SMK Kawasan Industri, Lewat Program Ini Guru dan Siswa Bisa Magang

Sekolah SMKN 6 Batam yang terletak di Daerah Kawasan Industri Kabil merupakan SMK yang berlabel SMK Kawasan Industri sejalah dengan harapan pemerintah

SMK Negeri  6 Batam Masuk SMK Kawasan Industri, Lewat Program  Ini Guru dan Siswa Bisa Magang
TRIBUNBATAM.id/istimewa
Perjanjian Kerjasama- Kepala Sekolah SMKN6 Batam, Deden Suryana dan Naradewa Pengelola Kawasan Industri Kabil dari Kabil Industrial Estate ( PT. KIE) meneken perjanjian kerjasama SMK dengan industri. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sekolah SMKN 6 Batam yang terletak di Daerah Kawasan Industri Kabil merupakan SMK yang berlabel SMK Kawasan Industri, yang mana hal ini sejalan dengan Program Pemerintah yaitu Revitalisasi SMK.

Untuk itu SMK Negeri 6 Batam telah melakukan kerjasama dengan Industri di Kota Batam, khususnya Industri yang berada di Kawasan Kabil.

Hal ini ditunjukkan dengan adanya MoU dengan Perusahaan terkait.
Kepala SMK Negeri 6 Batam, Deden Suryana, M.Pd, menyebutkan kerjasama dengan Industri dilakukan sebagai wujud Revitalisasi SMK. Sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing SDM Indonesia.

Ini juga diperkuat dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengembangan SMK Berbasis Kompetensi yang Link and Match dengan Industri dengan Ruang Lingkup Revitalisasi SMK ini adalah Penyelarasan Kurikulum dengan Industri.

Tidak Hanya Karyawan Saja, Kini Siswa SMKN 1 dan SMKN 4 Batam Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Untuk Calon Siswa yang Tidak Diterima di SMKN 1 Batam, Ini Saran Kadisdik Kepri

Masih Pakai Seragam Sekolah, Jakmania Batam Tunggu Squad Persija di Bandara Hang Nadim

Pemagangan Guru dan Siswa, Instruktur dari Industri / Guru Tamu, Bantuan Sarana / Prasarana, Teaching Factory, dan Sertifikasi.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Andrew M. Medellu, menyebut adanya Payung Hukum Kerjasama SMK dan Industri, SMK Negeri 6 Batam masuk sebagai Program Pengembangan SMK di Kawasan Industri Nasional dan pada Tahun 2016 ada 10 SMK yang masuk program SMK Kawasan Industri dengan nilai Bantuan Rp 1milliar, sebanyak 9 SMK itu berada di Pulau Jawa, sedang luar Pulau Jawa hanya SMK Negeri 6 Batam.

Sedangkan pada Tahun 2018, terdapat 60 SMK (termasuk SMK Negeri 6 Batam) mendapat Program Pengembangan SMK di Kawasan Industri Nasional dengan nilai bantuan Rp 300 juta.

Andrew, menyebut SMKN 6 Batam kini memiliki 2 Kelas Industri yang merupakan Implementasi dengan MoU dengan Perusahaan yaitu PT. Citra Tubindo, Tbk (PTCT) dan PT. Dwi Sumber Arca Waja (DSAW).

Anak-anak diajarkan lebih spesifik pada Kompetensi yang ada pada Job tertentu yang ada di Industri, sehingga ketika masuk ke Dunia Kerja, mereka sudah siap pakai siap kerja.

“Kami melaksanakan Kelas Industri bersama PTCT dengan lima bidang pekerjaan yaitu : CNC Operator, Heat Treatment, Rigger, Inspection, Production Maintenance, dan Kelas ini diberi nama Kelas VALERIE (Vocational Accelerated Learning and Recruiting towards Industrial Excellent), dan bersama DSAW pada bidang pekerjaan Welder 3G, dan kelas ini diberi nama Kelas LIMATRIS (Link and Match Industry with School),” kata Andrew beberapa waktu lalu.

Pria yang juga pernah tinggal di Jerman, menyebut tahapan untuk Dua Kelas Industri yaitu 1) Sosialisasi Program kelas Industri dan Seleksi Peserta pada Semester 3, 2) Kelas Pramagang dan Seleksi Akhir pada Semester 4, dan 3) Pelaksanaan Kelas Magang di Industri terkait pada Semester 5.

Tahapan ini dilakukan agar mendapatkan siswa yang Siap Belajar dan Ketika mereka sudah tamat, Kompetensi yang didapat langsung digunakan dan mereka dalam kondisi siap untuk bekerja.

“Sebenarnya dengan kerjasama ini, perusahaan juga diuntungkan, karena mereka tidak perlu lagi melakukan training, karena Kompetensi yang didapat oleh siswa kelas Industri sudah Link and Match dengan Kebutuhan Industri. Sedangkan keuntungan bagi SMK adalah merevitalisasi Fungsi SMK yaitu Penghasil Tenaga Kerja yang siap pakai dan siap kerja yang sudah Link and Match dengan Kebutuhan Industri. Harapan kami, agar Dukungan Pemerintah terhadap Revitalisasi SMK ini tetap berjalan sehingga Program-Program Kerjasama dengan Industri dapat diimplemetasikan agar Lulusan SMK dapat langsung bisa bekerja, dengan demikian kita bisa menjawab tantangan Bonus Demografi Indonesia,” paparnya. (hat)

Penulis: Sihat Manalu
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved