BATAM TERKINI

Terganjal Aturan, Penjual Online Batam Menjerit Barang Numpuk di Ekspedisi, Ini Penjelasan Bea Cukai

Para penjual online di Batam protes karena pengiriman barang dagangannya masih tertumpuk di jasa ekspedisi, begini penjelasan Bea Cukai.

Terganjal Aturan, Penjual Online Batam Menjerit Barang Numpuk di Ekspedisi, Ini Penjelasan Bea Cukai
TRIBUNBATAM.ID
Ilustrasi layanan paket pos di kantor pos 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Masyarakat Batam kembali berteriak. Setelah kenaikan harga tiket pesawat, penerapan bagasi berbayar oleh pihak maskapai penerbangan dan kenaikan tarif kargo pesawat, kini giliran pengiriman paket tujuan luar daerah terhambat.

Yang paling terpukul, adalah mereka yang kini menyambung hidupnya dengan berdagang online.

Karena perkiraan target pengiriman barang bisa hampir seminggu lebih baru bisa terkirim ke tempat tujuan. Tak sesuai harapan.

Keluhan itu mereka sampaikan lewat media sosial. Seperti yang disampaikan netizen, Desmita Mulyadi.

Ia mengatakan, awalnya dia menganggur karena perusahaan di tempatnya bekerja sudah tutup.

Kemudian dia mencoba peruntungannya dengan berjualan. Ada sedikit harapan ketika mencoba usaha itu.

JADWAL LIVE BOLA di Mycujoo, Live Streaming Timnas Indonesia U22 vs Arema FC, Kick Off Jam 15.30 WIB

9 Dampak Harga Tiket Pesawat Naik dan Bagasi Berbayar Lion Air di Hang Nadim Batam

Sebut Efek Low Season, Lion Air Kembali Batalkan Penerbangan dari Hang Nadim Batam

Tak Ada Penumpang, 9 Penerbangan Lion Air dari Batam Jumat (8/2) Dibatalkan

FOLLOW JUGA :

"Tak berapa lama digeluti malah stuck di pengiriman. Baru mulai dipercaya pelanggan luar kota, ternyata malah dianggap menipu. Karena uang udah diterima sementara barang tak bisa dikirim. Demikian curhat teman-teman pedagang online Batam belakangan ini," tulis Desmita sembari menyertakan foto tumpukan barang di salah satu jasa pengiriman barang.

Ia berharap pemerintah mendukung kemandirian yang dilakukan masyarakat, untuk mencari peluang kerja.

Netizen lain, Husin Intan juga mengeluhkan lambatnya pengiriman barang oleh perusahaan jasa titipan (PJT), saat ini.

"Sudah lebih dari satu minggu tidak bergerak gara-gara pemerintah. Lama-lama jadi tidak simpati lagi dengan pemerintah sekarang," keluhnya.

Halaman
123
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved