BATAM TERKINI

20 Ribu Paket Menumpuk di Kantor Pos Batam Tunggu Antrean X-Ray Bea Cukai

Saat ini, ada 20 ribu paket yang akan dikirim ke luar Batam masih menumpuk di kantor pos Batam. Penumpukan itu karena menunggu antrean x-ray Bea Cukai

20 Ribu Paket Menumpuk di Kantor Pos Batam Tunggu Antrean X-Ray Bea Cukai
TRIBUNBATAM.ID/DEWI HARYATI
Suasana pelayanan pengiriman paket di kantor pos Batam, Senin (12/2/2019). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Saat ini, Bea dan Cukai melakukan perubahan aturan terkait layanan pengiriman barang melalui jasa ekpedisi termasuk melalui kantor pos.

Manajer Penjualan Kantor Pos Batam, M Taufik mengakui adanya keterlambatan pengiriman barang tersebut.

Yakni lantaran ada penumpukan barang yang akhirnya berimbas pada masyarakat selaku pengguna jasa pos. Barang yang dikirimkannya, terlambat sampai tujuan.

"Biasanya 3 atau 4 hari itu sudah sampai ke tujuan. Sekarang bisa seminggu atau lebih. Karena itu tadi, setiap barang yang keluar dicek dulu satu per satu. Kalau untuk paket dokumen, tak pengaruh," kata Taufik, Senin (11/2/2019).

Diakuinya, dampak yang paling terasa, memang bagi mereka yang berjualan online shop. Karena kebanyakan barang itu barang e-commerce. Seperti tas dan sebagainya.

Terhitung tanggal 1 Februari kemarin--sejak perubahan sistem ini berlaku, hingga 6 Februari saja, setidaknya ada 20 ribuan item barang yang menumpuk dan menunggu untuk dikirim via jasa pos Batam.

VIDEO - Kantor Pos Batam Ungkap Penyebab Paket ke Luar Batam Lama Sampai Alamat Tujuan

BREAKINGNEWS - Wanita Tewas Bersimbah Darah di Bengkong Batam, Tangan Terikat

Protes Harga Tiket Pesawat Mahal dan Bagasi Berbayar, 12 Asosiasi Pelaku Wisata Tandatangani Petisi

Paling banyak untuk tujuan di luar Pulau Jawa. Seperti Sulawesi Kalimantan, Jayapura, NTB, Ambon, dan lainnya.

"Kalau untuk Jawa dan Sumatera, normal. Tak terlalu banyak," ujarnya.

Pihaknya saat masih berupaya untuk meningkatkan pelayanan.

Begitu juga dengan jumlah personel Bea dan Cukai yang ditempatkan di Kantor Pos, diakuinya akan ada penambahan sumber daya manusia.

"Sekarang satu hari itu pemeriksaannya bisa 5.000 sampai 6.000 item," kata Taufik. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved