PENUMPUKAN BARANG DI KARGO

Bea Cukai Batam Beberkan Alasan Terjadi Penumpukan Barang: Selain Barang Mereka, Mereka Gak Mau Bawa

Mahalnya tiket pesawat dan bagasi berbayar membawa dampak terhadap pelaku usaha dan sektor pariwisata Kota Batam.

Bea Cukai Batam Beberkan Alasan Terjadi Penumpukan Barang: Selain Barang Mereka, Mereka Gak Mau Bawa
tribunbatam.id
Aktivitas bongkar muat kargo di Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (17/11/2017). Penerapan aturan baru dari Bea Cukai menyebabkan terjadinya penumpukan barang di gedung kargo. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Mahalnya tiket pesawat dan bagasi berbayar membawa dampak terhadap pelaku usaha dan sektor pariwisata Kota Batam.

Banyak pelaku usaha di Kota Batam mengeluhkan tiket pesawat mahal dan bagasi berbayar yang hangat diperbincangkan akhir-akhir ini.

Tak hanya itu, pelaku usaha juga mengeluhkan penumpukan barang di kargo Bandara yang merupakan dampak dari bagasi berbayar dan kebijakan maskapai.

Dampaknya banyak keterlambatan barang keluar masuk Batam yang dikeluhkan masyarakat dan warga Batam.

Bahkan beberapa online shop yang berbasis di Kota Batam meminta kepada para pelanggan agar bersabar karena adanya permasalahan ini.

Tribunbatam.id mencoba mengkonfirmasi kepada pihak Bea dan Cukai Batam terkait adanya penumpukan barang tersebut.

Kris Hendrayudi Kasi Penyidikan BC Batam mengatakan penumpukan barang ini terjadi karena sudah diberlakukanya CEISA PJT oleh pihak BC Batam.

Namun hal ini sudah diberlakukan kebeberapa derah.

8 Fakta Kasus Pembunuhan Wanita di Bengkong Batam, Akan Berulang Tahun Hingga Rencana Menikah

Ditanya Soal Harga Tiket Pesawat Mahal, Begini Jawaban Lion Air

Kasus Prostitusi Online di Batam, Mucikari Wajibkan PSK Setor Video Syur Hingga Mencicipi PSK

"Mungkin ini karena kaget saja, biasanya dilakukan secara manual, namun sekarang dilakukan secara elektronik," sebut Kris menerangkan, Senin (11/2/2019) siang.

Karena tidak terbiasanya ini, terjadilah penumpukan di kargo Bandara.

Halaman
1234
Penulis: Eko Setiawan
Editor: Danang Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved