PEMBUNUHAN DI BATAM

BREAKINGNEWS - Wanita Tewas Bersimbah Darah di Bengkong Batam, Tangan Terikat

Seorang wanita berinisial F ditemukan tewas dengan luka sayatan di leher dan diikat di rumahnya, Bengkong Laut, Batam, Senin (11/2/2019).

BREAKINGNEWS - Wanita Tewas Bersimbah Darah di Bengkong Batam, Tangan Terikat
FOTO/FACEBOOK
Fitri menjadi diduga menjadi korban pembunuhan di Bengkong, Batam, Senin (11/2/2019) 

"Ini sangat keji, korban sudah diperkosa, dibunuh lalu dibakar. Maksud mereka, membakar itu untuk menghilangkan bukit, tetapi berkat kerja keras anggota dan juga izin Allah akhirnya kasus ini dapat terungkap," ujarnya.

Penangkapan pertama dilakukan terhadap Feri yang membawa motor milik korban Inah.

Meski motor korban sudah diubah warna, dari penelusuran akhirnya Feri dan motor korban berhasil diamankan.

Dari situlah, pengembangan dilakukan.

Tersangka Febri berhasil ditangkap dan kembali dilakukan pengembangan.

Dari pengembangan, akhirnya tersangka Malik tertangkap dan tak berapa lama tersangka Yoga juga ikut ditangkap.

Tak hanya mengamankan keempat tersangka, barang bukit motor milik korban, mobil yang digunakan untuk mengangkut korban, balok kayu juga ikut diamankan.

"Sepandai-pandainya menghilangkan barang bukti, tetap masih tidak bersih. Hasilnya, tetap bisa diungkap dan juga atas Izin Allah. Hanya dalam dua hari, kasus ini bisa terungkap," pungkas Zulkarnain.

Asri tersangka yang masih buron adalah otak pembunuhan dan pembakaran Inah Antimurti.

Tersangka ternyata adalah kekasih korban.

Sebelumnya polisi berhasil meringkus empat dari 5 tersangka pembunuh sekaligus pembakar jenazah yang diduga kuat sebagai Ina Anti murti (21) Warga Desa pedataran kecamatan gelumbang Muara Enim.

Informasi hubungan antara Ina dan Asri didapat dari Jaka saputra (26) sepupu korban.

Jaka menjelaskan Ina dan Asri telah menjalin hubungan kurang lebih sekitar satu tahun belakangan ini.

"Saya kurang tahu pastinya, tapi kabar yang terdengar, selepas Ina pisah dari suaminya mereka punya hubungan. Ya, kurang lebih setahun," kata Jaka, Rabu (23/1/2019).

Menurut Jaka, Asri dan Ina sudah mengenal sejak lama, saat mereka masih di masa sekolah.

"Setahu saya mereka kenalnya sudah lama, mereka teman main waktu jaman sekolah. Sama-sama tinggal di Gelumbang juga. Tapi hubungan mereka sempat jauh karena Ina nikah sama orang lain. Nah, kami dengar mereka dekat lagi setelah Ina resmi cerai," ungkapnya.

Jaka mengatakan, Ina tidak pernah menceritakan perihal hubungannya dengan Asri.

Hubungan keduanya justru diketahui pihak keluarga dari rekan-rekan Ina.

"Karena dia (Ina) memang tidak banyak cerita soal urusan pribadi. Sebenarnya Ina orangnya ceria dan ramah. Tapi kalau urusan pribadi Ina tidak pernah mau banyak cerita," ujarnya.

Dalam kesehariannya, keluarga Ina mengenal AS sebagai pribadi yang kurang baik dan tidak memiliki pekerjaan.

Bahkan Jaka juga mendengar bila AS memiliki pekerjaan menjual barang-barang haram.

"Dia (AS) tidak ada kerjanya, luntang-lantung. Kami dengar dia kerjanya jual sabu. Orang nggak benar dia itu," ujarnya.

Jaka mengatakan, sebelum kejadian tepatnya di hari Jumat, Asri diketahui sering menghubungi Ina. Namun, Ina menolaknya karena ada urusan yang harus diselesaikannya.

Informasi itu didapat pihak keluarga dari teman Ina.

"Teman-temannya yang cerita, kita dengar dari temannya itu," ujar Jaka

Pihak keluarga berharap Asri segera tertangkap dan seluruh pelaku bisa tertangkap dan mendapat hukuman setimpal.

"Kalau bisa hukuman mati. Kami ingin keadilan untuk Ina,"tegasnya.

Sebelum tewas dengan cara dijerat lehernya menggunakan kawat, korban Ina sempat diperkosa dua pelaku.

Pemerkosaan ternyata dilakukan Asri (DPO) dan Malik. Usai diperkosa, barulah korban dieksekusi dengan peran masing-masing.

Setelah korban dieksekusi, barulah mayat korban dibawa ke lokasi pembakaran yang ada di wilayah Ogan Ilir.

Disanalah, Asri dan F membakar korban yang sudah dalam keadaan tewas.

"Asri yang memperkosa, Asri yang pertama kali memperkosa," ujar Malik.

Ternyata, tak hanya Asri yang memperkosa. Malik juga ikut memperkosa korban karena tidak tahan saat AS melakukan pemerkosaan di hadapan mereka.

"Kami tidak ikut memperkosa, hanya Asri dan Malik. Kami hanya memegang kaki dan tangan saja," ujar DP alias Y.(*)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved