Presiden Filipina Rodrigo Duterte Ingin Ubah Nama Filipina jadi Maharlika, Ternyata Punya Arti Ini

Bukan Rodrigo Duterte jika pernyataannya tidak memicu kontroversi atau setidaknya perdebatan.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte Ingin Ubah Nama Filipina jadi Maharlika, Ternyata Punya Arti Ini
Handout / PPD / AFP
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte 

TRIBUNBATAM.id - Bukan Rodrigo Duterte jika pernyataannya tidak memicu kontroversi atau setidaknya perdebatan.

Kali ini, sang presiden mengatakan, Filipina seharusnya berganti nama menjadi "Maharlika" yang artinya terhormat dalam bahasa lokal.

Nama ini pernah diusulkan mendiang diktator Ferdinand Marcos di masa dia berkuasa.

Duterte mengatakan, nama Filipina sebenarnya menjadi jejak masa lalu negeri itu sebagai jajahan Spanyol.

Kronologi Penangkapan Pelaku Pembunuhan Fitri Suryati, Yuda Sempat Ngobrol dengan Ayah korban

Live Streaming Manchester United vs PSG di Liga Champions, Rabu (13/2) Dinihari, Kick Off 03.00 WIB

Fakta Terbaru Pembunuhan Fitri Suryati, Pelaku Yuda Kalap Cintanya Kandas: Karena Dia Saya Putus

"Nama Filipina diambil dari nama Raja Spanyol Philip II," kata Duterte.

Sementara itu, ketua Senat Filipina Tito Sotto nampaknya tak keberatan dengan usulan Duterte.

Namun, dia mengingatkan, untuk mengubah nama negara perlu adanya perubahan konstitusi

"Usulan ini membutuhkan terlalu banyak perubahan," kata Sotto lewat pesan singkatnya, Selasa (12/2/2019).

Tak hanya soal nama negara, Duterte juga pernah mengusulkan perubahan piagam negara, terutama untuk mengubah Filipina menjadi negara federal.

"Satu hari kelak mari kita ganti. Marcos benar. Dia ingin mengganti nama negara menjadi Maharlika, karena itu berarti ketenangan dan perdamaian," kata Duterte di provinsi Maguindanao.

Marcos, yang digulingkan lewat revolusi rakyat lebih dari tiga dekade lalu, awalnya mengusulkan perubahan nama untuk mendorong nasionalisme setelah dia menempatkan Filipina di bawah kendali militer.

Lalu apa atau siapa Maharlika itu? Dalam komunitas Tagalog, Maharlika adalah warga yang tergabung dalam kelas ksatria.

Di masa lalu, mereka termasuk warga terhormat kelas paling rendah. Sedangkan di masa modern istilah itu berarti "keluarga terhormat". (*)

Pelaku Pembunuhan Fitri Ditangkap! Beredar Video Pengakuan Pelaku . TRIBUNBATAM.id, BATAM - Polisi akhirnya menangkap pelaku pembunuhan Fitri Yu alias Fitri Suryanti (25) warga Bengkong Laut yang ditemukan bersimbah darah di rumahnya, Senin (11/2/2019) . Setelah pelaku ditangkap, beredar video pengakuan YL (24), tersangka pembunuhan Fitri melalui media sosial . Dalam video itu, YL mengaku tega membunuh Fitri karena dipicu dendam lama . YL juga mengaku sudah merencanakan pembunuhan itu sejak 5 tahun silam . Tersangka sendiri ditangkap beberapa jam setelah kejadian . Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan pelaku berinisial YL (24) dibekuk polisi di tempat kosnya di Bengkong Permai . Berita Selengkapnua di batam.tribunnews.com Check & Swipe Up Story @tribunbatamdotcom . #tribunbatam #tribunbatamdotcom #tribunbatamid #breakingnews #breakingnewsbatam #pembunuhanbatam #pembunuhandibengkong #beritabatam #pembunuhanwanitadibatam #wanitadibunuhdengantanganterikat

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Presiden Duterte Ingin Ubah Nama Filipina Jadi Maharlika"

Editor: Danang Setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved