Jokowi Gelar Rapat, Pemicu Tiket Pesawat Mahal Terungkap. Harga Avtur Lebih Mahal dari Singapore

Pemicu mahalnya harga tiket pesawat akhirnya terungkap setelah Presiden Joko Widodo beserta sejumlah menteri terkait menggelar rapat terbatas

Jokowi Gelar Rapat, Pemicu Tiket Pesawat Mahal Terungkap. Harga Avtur Lebih Mahal dari Singapore
TRIBUNBATAM.ID/ARGIANTO DA NUGROHO
Sejumlah pelaku wisata menggelar aksi pawai keprihatinan menyusul kenaikan harga tiket pesawat dan bagasi berbayar yang membuat iklim wisata terganggu, Senin (11/2/2019) 

Penyebab tingginya harga tiket pesawat pesawat domestik di Indonesia ternyata gara-gara harga avtur yang dijual Pertamina lebih bahal, bahkan dibanding Changi Singapura. Maskapai pun melakukan "dinamic pricing"

 TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Pemicu mahalnya harga tiket pesawat akhirnya terungkap setelah Presiden Joko Widodo beserta sejumlah menteri terkait menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, , Rabu (13/2/2019) siang.

Ternyata pemicu lonjakan tiket pesawat disumbang oleh harga avtur yang dijual Pertamina lebih mahal dari yang dijual Singapura.  

Tingginya harga avtur dinilai membuat harga tiket pesawat mahal di Indonesia.

Harga avtur mempengaruhi 25 persen hingga 40 persen dari harga tiket pesawat. 

Tak Mampu Bayar Biaya Pesawat Rp 50 Juta, Jenazah Digotong Sejauh 60 KM, Lalui Hutan hingga Tanjakan

Tiket Pesawat Mahal Berdampak Pada Hunian Hotel, Ketua PHRI: Pemerintah, Hapuslah Kartel Penerbangan

VIDEO - Pakai Baju Adat, 12 Asosiasi Pelaku Wisata Gelar Pawai Protes Harga Tiket Pesawat

Presiden langsung menginstruksikan menteri terkait untuk mengevaluasi harga avtur.

Ia berharap ada hal-hal yang bisa diefesiensikan agar harga avtur tak terlalu memberatkan perusahaan penerbangan.

"Tadi, saya sudah perintahkan menteri untuk dihitung ya. Mana yang belum efisien, mana yang bisa diefesiensikan. Nanti akan segera diambil keputusan," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu sore.

Hadir dalam rapat tersebut, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono.

Ketika ditanya apakah ada target kepada para menterinya itu, Presiden mengatakan, yang terpenting kalkulasi harus dilakukan secara teliti.

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved