LAPOR Pak Bupati, Kehadiran Buaya Muara di Pulau Jemaja mulai Mengkhawatirkan

‎Kehadiran buaya muara di Pulau Jemaja mulai mengkhawatirkan. Ada satu ekor kambing milik masyarakat yang menurut informasi dimangsa oleh buaya ini

LAPOR Pak Bupati, Kehadiran Buaya Muara di Pulau Jemaja mulai Mengkhawatirkan
Istimewa
ilustrasi buaya 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Kehadiran buaya muara di Pulau Jemaja mulai mengkhawatirkan.

Dalam survei dan rapat koordinasi yang dilakukan, salahsatunya oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PBK) Kabupaten Kepulauan Anambas, penyebaran buaya itu bahkan sudah memasuki aliran sungai yang letaknya tidak jauh dari Pantai Padang Melang Desa Batu Berapit Kecamatan Jemaja.

"Dari hasil rapat dan survei seperti itu. ‎Penyebarannya sudah di luar habitat. Bahkan mengarah ke lokasi Pantai Padang Melang ada dua ekor saat kami turun awal Februari kemarin," ujar Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan PBK Kabupaten Kepulauan Anambas, Agus Supratman Kamis (14/2/2019).

Ia menjelaskan kalau rapat koordinasi dan survei yang dilakukan merupakan arahan dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Sekretaris Daerah serta melibatkan unsur Muspika dan aparatur pemerintah desa.

Kunci Gitar Demi Tuhan Aku Ikhlas Lagunya Armada Feat Ifan Seventeen

Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria Blak-blakan Soal Sepakbola Indonesia, Isu Boneka, & Pengaturan Skor

Ibu Ani Yudhoyono Sakit Kanker Darah, Cara Mencegahnya Jangan Duduk Terlalu Lama

Setelah Pesta Gol Lawan Macclesfield Town, Ini Klub-klub yang Akan Dilawan Garuda Select Berikutnya

Meski dinilai belum membahayakan karena belum ada laporan buaya memakan korban jiwa manusia, namun buaya Muara ini diketahui memangsa ternak warga di Pulau Jemaja. Ia juga mengatakan kalau habitat buaya ini terdapat di Desa Genting Pulur Kecamatan Jemaja Timur.

"Ada satu ekor kambing milik masyarakat yang menurut informasi dimangsa oleh buaya ini. Dari penuturan mereka pula diketahui, kalau baru pertama kali ini buaya ini naik ke darat," ungkapnya.

Agus mengatakan kalau saat rapat koordinasi itu, juga dihadiri oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kepri. Hasil rapat koordinasi pun, selanjutnya dibawa ke provinsi untuk diambil langkah-langkah selanjutnya.

Bambang, warga Desa Genting Pulur Kecamatan Jemaja Timur mengakui memang terdapat keberadaan buaya di desa yang ia tinggali sekitar dua tahun terakhir.

Ia pun mengatakan belum pernah mendengar keberadaan buaya itu ‎menimbulkan konflik dengan manusia.

"Banyak apalagi di daerah Besuh dekat hutan mangrove. Tapi, selama saya tinggal di sana, belum pernah pula mendengar konflik dengan masyarakat," ujarnya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved