Pembangunan Stadion Sepak Bola, Tribun Stadion Kepri Dibangun untuk Tampung 6 Ribu Penonton

Pembangunan stadion sepak bola Kepri di Pulau Dompak Kota Tanjungpinang akan berlanjut pada 2019 ini

Pembangunan Stadion Sepak Bola, Tribun Stadion Kepri Dibangun untuk Tampung 6 Ribu Penonton
TRIBUNBATAM.id/IST
Kepala Dispora Kepri Mafrizon dan beberapa anggota Komisi IV DPRD Kepri meninjau stadion bola kaki Dompak Tanjungpinang beberapa waktu lalu 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGINANG -  Pembangunan stadion sepak bola Kepri di Pulau Dompak Kota Tanjungpinang akan berlanjut pada 2019 ini.

Setelah pembangunan lapangan sepak bola dan lintasan lari pada 2018 lalu, Pemprov Kepri mengalokasikan lagi anggaran untuk mendirikan tribun sekaligus kantor Dispora Kepri.

"Anggaran pembangunan tribun dan kantor Dispora Kepri itu mencapai Rp 27 miliar. Itu sudah termasuk anggaran untuk Detail engineering Design (DED) sebesar Rp 850 juta," ungkap Mafrizon, Kepala Dispora Kepri kepada TRIBUNBATAM.id, Kamis (14/2/2019) siang.

Menurut Mafrizon, tribun tersebut akan dibangun di sisi sebelah barat lapangan bola kaki. Ada dua tingkat konstruksi tribun.

Lantai satu akan dibangun kantor Dispora Kepri. Sedangkan lantai dua akan dibangun tribun itu sendiri. Tribun tersebut bisa menampung 6.000 penonton.

"Pada 2020 nanti akan dibangun tribun di sisi timur lapangan. Anggarannya mencapai Rp 18 miliar. Tribun itu pun menampung 6.000 kursi penonton," ungkap Mafrizon lagi.

Sedangkan kedua sisi stadion di belakang gawang dibiarkan tidak ada tribunnya. Namun, daerah tersebut tetap dipagar sehingga tidak memungkinkan orang bisa bebas masuk ke stadion.

7 Fakta Grevo Gerung, Adik Kandung Rocky Gerung yang Pernah Undang Jokowi

Ifan Seventeen Menangis Sedih, Saat Rekaman Lagu Demi Tuhan, Aku Ikhlas

Pelajar di Bintan Dilarang Rayakan Valentine Day, Ini Alasannya

Akhirnya Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Resmi Turunkan Harga Tiket di Seluruh Penerbangan

Saat ini lapangan bola kaki sudah ditanami rumput dan kedua gawang pun telah dipasang. Kabid Sarana dan Prasana di Dispora Kepri Bambang Suwastyo mengatakan proses penanaman rumput itu tidak semudah yang dibayangkan.

Bidang lapangan bola kaki itu digali lalu ditanam dengan 28 pipa yang sudah dilubangi. Pipa tersebut kemudian ditutupi dengan kain gio-tekstil di seluruh sisi lapangan. Kain ini bertujuan untuk menahan air tanah yang naik ke permukaan sekaligus menyerap air dari atas permukaan untuk masuk ke lubang-lubang pipa.

"Di atas kain ditaburi dengan granit kasar setebal 10 centimeter di seluruh lapangan dan ditimbun lagi dengan granit halus setebal 5 centimeter di seluruh sisi lapangan," sebut Bambang.

Di atas granit halus tersebut dipasang sistem hidran sebanyak 28 titik. Setelah itu ditaburi dengan pasir kasar setebal 10 centimeter dan ditimbuni lagi dengan pasir halus setebal 5 centimeter di seluruh sisi lapangan. Rumput kemudian ditanam di atas pasir halus tersebut.

"Rumput itu lalu ditekan agar akar-akarnya menyatu," jelas Bambang.

Selama enam bulan mendatang, perawatan rumput itu masih berada di bawah tanggung jawab kontraktor. Rumput itu disiram setiap hari dengan air sebanyak 30 kubik. Waktu penyiraman berlangsung pada pagi, siang dan sore hari.

Ketika mesin penggerak dinyalakan, hidran-hidran yang ditanam di dalam tanah akan muncul sendiri. Pipa-pipa tersebut lalu berputar dan menyiramkan air secara merata ke seluruh bidang lapangan sampai airnya habis dan mesinnya mati dengan sendirinya.

"Biaya perawatan rumput itu diperkirakan mencapai Rp 800 juta per tahun," tambah Kabid Sarana dan Prasana di Dispora Kepri tersebut. (tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved