Gara-gara Iklan 'Minum Santan Bisa Perbesar Dada', Perusahaan Ini Dibully di Media Sosial

Sebuah perusahaan yang memproduksi santan dibully di media sosial gara-gara iklannya yang mengklaim bahwa minum santan bisa memperbesar payudara

Gara-gara Iklan 'Minum Santan Bisa Perbesar Dada', Perusahaan Ini Dibully di Media Sosial
Weibo
Iklan santan yang bikin heboh 

TRIBUNBATAM.id, BEIJING - Jangan mudah percaya pada iklan, apalagi jika iklan itu tidak terbukti secara ilmiah.

Di China, sebuah perusahaan yang memproduksi santan dibully di media sosial gara-gara iklannya yang mengklaim bahwa minum santan bisa memperbesar payudara.

Dalam iklannya, perusahaan Hainan Coconut Palm Group ini memajang foto-foto perempuan berukuran dada besar yang menyebutkan, 'minum santan bisa bikin payudara besar".

Perusahaan itu langsung menjadi makanan empuk media sosial sehingga memaksa perusahaan itu menarik semua iklannya dan meminta maaaf secara terbuka.

Nasib Penumpang Lion Air yang Tergelincir. Syok, 2 jam Kelaparan di Pesawat Hingga Koper Dibongkar

Lion Air Tergelincir di Pontianak, Bandara Supadio Ditutup dan Sejumlah Penerbangan Dibatalkan

Dari Infeksi Hingga Kanker Kulit, Ini Penyebab Kuku Tangan dan Kaki Menghitam Di Bagian Ujung Jari

Dilansir South China Morning Post (SCMP), Xu Dongdong, perwakilan dari Hainan Coconut Palm Group menyatakan permintaan maaf kepada masyarakat melalui media lokal, Rabu (13/2/2019) gara-gara iklan yang menghebohkan itu.

Perusahaan ini mengakui bahwa santan yang diproduksi perusahaannya tidak memiliki sifat yang bisa membesarkan payudara.

Iklan itu di-bully di media sosial Weibo (Twitter versi China) karena iklan produk yang bombastis tersebut. 

Slogan-slogan perusahaan itu berbunyi "minum satu kaleng setiap hari, kurvaakan membangkitkan gairah orang, lebih putih dan lebih montok". Atau "saya minum dari kecil hingga akhirnya besar" atau " "minum lebih banyak santan setiap hari dapat membuat payudara Anda lebih penuh ".

Akibat viralnya iklan tersebut, Biro Perindustrian dan Komersial distrik Longhua, kota Haikou di provinsi Hainan, Cina selatan, menyatakan akan melakukan penyelidikan.

Halaman
12
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved