Dipaksa Ngaku Jadi Pelaku Pemerkosa Bidan YL, Disiksa dan Diborgol, Tim Labfor Temukan Kejanggalan
"Saya habis beli rokok, waktu mau pulang dicegat di depan rumah teman saya. Saya lagi di sana. Di masukan ke dalam mobil," ungkapnya menceritakan keja
Dipaksa Mengaku Jadi Pelaku Pemerkosa Bidan YL, Disiksa dan Diborgol, Tim Labfor Sempat Temukan Kejanggalan
TRIBUNBATAM.id - Harismail (25), pria yang dipaksa mengaku sebagai pelaku pemerkosa bidan desa YL harus terbujur lemah di kamar rumah sakit RS Bhayangkara, Sabtu (23/2/2019).
Saat itu Harismail ditemukan warga di Kecamatan Rambutan, sudah tergeletak dengan mata tertutup lakban dan penuh luka di sekujur tubuh.
Dalam pengakuannya kepada wartawan Sripoku.com, Harismail belum bisa membuka matanya akibat mengalami luka lebam di wajahnya.
Bapak satu anak tersebut menceritakan dengan pelan bagaimana kasus yang menimpanya pertama Kali.
• Daebak, Belum Debut Pre Order Album TXT Sudah Lewati 100 Ribu Eksemplar Dalam 3 Hari, Ini Alasannya
• Jadwal Bola Malam Ini Live Bein Sports, Sevilla vs Barcelona, Leicester City vs Crystal Palace
• Bella Luna & Eko Hendro Nikah, Maharnya Rumah Rp 2 Miliar. Benarkah Diambil dari Tabungan Anak?
• 7 Kpop Idol Ini Berhasil Wakili Fashion Merek Desainer Ternama, Gayanya Kayak Model Benaran!
Kronologi
Harismail menceritakan kronologi awal mula dirinya yang tiba-tiba saja dipaksa untuk masuk ke dalam sebuah mobil orang tak dikenal.
"Saya habis beli rokok, waktu mau pulang dicegat di depan rumah teman saya. Saya lagi di sana. Di masukan ke dalam mobil," ungkapnya menceritakan kejadian dirinya ditangkap.

Dalam perjalanan tersebut, dirinya dipaksa mengaku sebagai pelaku pemerkosa bidan YL.
Harismail yang biasa dipanggil Ujang atau Hari berusaha membantah setiap tuduhan terhadap dirinya.
Dipaksa Mengaku
Berbagai siksaan datang saat dirinya membantah setiap pertanyaan.
"Dipaksa ngaku aku. Aku bantah, jawab idak. Ada sekitar sejaman lebih saya di dalam mobil tangan diborgol jelasnya lemas," ungkapnya.
Keluarga Hari baru mengetahui kejadian sehari setelah korban dibawa pergi orang tidak dikenal.
Informasi tersebut didapat dari Kepala Desa, Kamal, Kecamatan Pumulutan Barat.