BMKG Karimun : Waspada Peningkatan Curah Hujan di Akhir Februari

BMKG Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Seibati, Kabupaten Karimun meminta warga Kepri untuk waspada peningkatan curah hujan di periode akhir Februari

BMKG Karimun : Waspada Peningkatan Curah Hujan di Akhir Februari
Staf BMKG Karimun Pande Pewarta menjelaskan prakiraan cuaca yang anomali di Karimun. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN -  Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat melalui BMKG Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Seibati, Kabupaten Karimun meminta warga Kepri untuk waspada peningkatan curah hujan di periode akhir Februari ini.

Kepala BMKG Bandara RHA Karimun, Raden Eko Sarjono melalui siaran persnya memprediksi akan terjadi peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, salah satunya di Kepri.

Eko mengatakan hal itu disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain adanya sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Sumatera dan sirkulasi tertutup di Kalimantan Barat dan Selat Makasar.

Akibatnya akan membentuk belokan dan pertemuan angin yang menyebabkan massa udara akan cenderung terkonsentrasi di wilayah tersebut.

Mulan Jameela Jadi Sorotan, Tampil Bercadar Saat Jenguk Ahmad Dhani, Bawa Dua Anaknya ke Rutan

Lagu Letto Band Kangen Ndeso Bikin Para Perantau Baper, Begini Liriknya

Terinspirasi dari Kata-kata Film Dilan 1990, Ini Lirik Lagu Rindu Itu Berat Bella Nova

Film Dilan 1991 Tayang 28 Februari, akan Dibangun Taman Dilan, Kawasan GOR Saparua Kota Bandung

 

"Kondisi udara yang relatif lebih lembap juga mendukung pertumbuhan awan-awan hujan. Diprakirakan keadaan tersebut akan berlangsung hingga akhir Februari ini," kata Eko, Minggu (24/2).

Namun begitu, Eko mengatakan, aktivitas sirkulasi ini akan menurun dan digantikan dengan area pertemuan atau belokan angin yang memanjang dari wilayah Sumatera hingga Jawa yang terbentuk karena sirkulasi siklonik di wilayah Australia bagian Utara.

Area pertemuan atau belokan angin tersebut juga akan mendukung pertumbuhan awan.

BMKG memprakirakan wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang untuk periode 26-28 Februari 2019.

Antara lain Sumatera Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi, Kepri, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua dan Papua Barat.

Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak lanjutan yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

"Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini dari BMKG, dapat mengakses melalui website BMKG di http://www.bmkg.go.id atau follow instragram @infobmkg, atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat," katanya. (yah)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved