PEMILU 2019

Heboh Kartu Nama Caleg dan Contoh Surat Suara di Tas Siswa TPQ di Tanjungpinang, Begini Kejadiannya

Karena penasaran, Sumarhaji lalu mengajak anaknya berdialog untuk mencari tahu proses keberadaan kartu nama dan contoh surat suara tersebut

Heboh Kartu Nama Caleg dan Contoh Surat Suara di Tas Siswa TPQ di Tanjungpinang, Begini Kejadiannya
KPU.go.id
Maskot Pemilu 2019 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGINANG -  Sumarhaji (42) terkejut saat mendengar cerita anaknya saat menjemputnya dari TPQ Al-Qana'ah di Jalan Batu Kucing Kelurahan Kampung Bulang Kecamatan Tanjungpinang Kota Tanjungpinang, Jumat (1/3/2019) sekitar pukul 20.30 WIB.

Di tengah perjalanan pulang dari TPQ ke rumah mereka di Jalan MT Haryono, anak perempuan berusia 9 tahun itu menceritakan kepada ayahnya kalau seorang guru TPQ membagikan kartu nama beberapa calon legislatif untuk DPRD Kota Tanjungpinang, DPRD Provinsi Kepri dan DPR RI.

"Setelah dengar cerita, saya lihat di dalam tas anak saya. Ternyata benar ada beberapa kartu nama calon legislatif yang diklip bersama contoh surat suara" ungkap Sumarhaji kepada TRIBUNBATAM.id, Sabtu (2/3/2019) pagi.

Karena penasaran, Sumarhaji lalu mengajak anaknya berdialog untuk mencari tahu proses keberadaan kartu nama dan contoh surat suara tersebut.

Anaknya menceritakan semuanya dengan polos tanpa ada yang disembunyikannya.

Dia mengatakan kepada ayahnya kalau usai belajar mengaji dan agama, dirinya mendapat beberapa kartu nama calon legislatif dan contoh surat suara dari seorang ibu yang mengajar di TPQ.

Bos Pabrik Teh Prendjak Tanjungpinang Akan Diperiksa Polda Kepri, Kasus Bungan Limbah B3

PIALA PRESIDEN 2019 - Persib Kalah, Radovic Klaim 5 Penalti, Umuh Muchtar Sebut Dikerjain Wasit

Sasono Punggowo Batam Jadi Tempat Wisata, Fotografer Hunting Kendaraan Klasik

VIDEO Streaming Masterchef Indonesia 2019 di RCTI Minggu 3 Maret Pukul 15.30 WIB

Video Jadwal Terbaru Grup C Piala Presiden 2019, Jam Main PSIS Semarang Selalu 18.30 WIB

Ibu itu menyuruh anak ini menyampaikan kepada orang tuanya agar mencoblos calon-calon legislatif yang ada dalam kartu nama tersebut.

"Tidak hanya itu, ibu guru pun menyuruh anak saya untuk menyampaikan kepada kami orang tuanya supaya memilih calon presiden tertentu," ujar Sumarhaji.

Sumarhaji semakin penasaran dan coba mencari tahu lebih jauh mengenai alasan ibu guru TPQ mengajak orang tua melalui sang anak untuk memilih calon presiden tertentu.

Anak perempuan itu justru tidak setuju dan kemudian menanyakan alasan ajakan tersebut. Ibu pun menjawab kalau presiden itu menang dalam pemilihan presiden maka tidak ada lagi azan dan salat berjemaah.

"Karena calon presiden tersebut keturunan dari suku bangsa tertentu," tegas Sumarhaji meneruskan cerita anaknya itu. (TRIBUNBATAM.id/thomm limahekin)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved