PEMILU 2019

215 Kertas Surat Suara Pemilu 2019 Dinyatakan Rusak, Ini Penjelasan Bawaslu Batam

Bawaslu Pemilu Kota Batam menemukan ada sebanyak 215 kertas surat suara rusak pada proses pelipatan kertas suara di KPU Batam.

215 Kertas Surat Suara Pemilu 2019 Dinyatakan Rusak, Ini Penjelasan Bawaslu Batam
TRIBUNBATAM.ID/ALFANDI SIMAMORA
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam sudah mulai melakukan pelipatan kertas surat suara Pemilu serentak 2019. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Pengawas (Bawaslu) Pemilu Kota Batam menemukan ada sebanyak 215 kertas surat suara rusak pada proses pelipatan kertas suara di KPU Batam.

Adapun 215 surat suara yang rusak ini dihitung mulai dari dilakukannya proses pelipatan kertas surat  suara sejak Rabu (27/2/2019) hingga Sabtu (2/3/2019).

"Dari informasi KPU Batam ada sebanyak 215 surat suara yang rusak sejak dibukanya proses pelipatan suara hingga Sabtu (2/3) kemarin. Kalau dari hari Minggu sampai hari ini belum kita terima informasi dari KPU,"ungkap Anggota Bawaslu Kota Batam, Nopialdi, Senin (04/03/2019).

Nopialdi juga mengatakan, hasil 215 surat suara rusak itu didapatkan setelah pihaknya berkordinasi dengan pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam.

"Kalau kategori kertas surat suara rusak yang ditemukan ada yang robek, bernoda seperti tintanya yang melebar," terangnya.

Lanjut Nopialdi, untuk perkara surat suara yang rusak itu KPU dan Bawaslu sudah memberitahukannya ke KPU pusat berupa berita acara.

35 Pelipat Surat Suara Ramai-ramai Mundur, Ada yang Gara-gara Upah Rp 98 Dipotong Pajak

Pendaftaran Pelipat Surat Suara Ditunda, Warga Kecewa dan Datangi Kantor KPU

Daftar Gratis dan Berhadiah Rp 10 Juta, KPU Batam Gelar Festival Band Jelang Pemilu, Simak Syaratnya

31 Kertas Suara Rusak, KPU Batam Bakal Lapor ke Pusat Lewat KPU Kepri

Namun pemberitahuan ke KPU pusat itu dilakukan setelah total surat suara yang rusak dikumpulkan.

"Nanti KPU Batam akan buat berita acara totalnya berapa setelah selesai proses pelipatan kertas surat suara. Sementara untuk saat ini pihak KPU hanya mendata totalnya berapa,"tuturnya.

Nopialdi juga mengungkapkan, KPU Batam nanti juga akan memplenokan surat suara yang rusak tersebut, yang mana kategori rusak tersebut masih layak dipakai.

Surat suara yang rusak ini diketahui saat pekerja pelipatan surat suara hendak melakukan pelipatan surat suara, bukan kesalahan atau unsur kesengajaan dari pelipat surat suara saat melakukan pelipatan kertas surat suara.

"Jadi pekerja pelipatan itu langka pertama adalah membuka surat suara dari dalam boks, lalu dilihat untuk dipastikan tidak rusak.Kalau tidak rusak maka akan dilipat dengan rapi sampai ukuran yang sudah di tentukan," katanya. (tribunbatam.id/alfandi simamora)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved