BATAM TERKINI

Kini Transaksi di Golden City Bisa Cashless Lewat Digital Banking

Bank Indonesia meluncurkan intensifikasi elektronifikasi sistem pembayaran dan keuangan digital di Kawasan Golden City.

Kini Transaksi di Golden City Bisa Cashless Lewat Digital Banking
dreamstime
Ilustrasi transaksi keuangan secara digital 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Bank Indonesia meluncurkan intensifikasi elektronifikasi sistem pembayaran dan keuangan digital di Kawasan Golden City.

Hal ini bertujuan untuk menciptakan less cash society dan meningkatkan inklusivitas keuangan, kunjungan wisatawan asing dan domestik serta kontribusi pariwisata.

"Bank Indonesia saat ini semakin konsen terhadap pengembangan pariwisata, karena sebagaimana kita ketahui bersama Pariwisata merupakan kontributor devisa tertinggi ke-3 setelah CPO dan Batu Bara. Dan disamping itu, dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang sedang mengalami perlambatan, yang bisa memberikan devisa dalam waktu singkat adalah sektor pariwisata, sehingga diharapkan dapat mengurangi Current Account Defisit," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, Senin (4/3/2019).

Ia melanjutkan sektor pariwisata juga merupakan salah satu penyumbang PDB, Devisa dan lapangan kerja yang mudah dan murah.

Dengan sistem ini memiliki peluang untuk meningkatkan devisa dari sektor pariwisata, di mana dengan penyediaan layanan SP tunai dan non tunai dapat mendorong kelancaran transaksi oleh wisatawan dan meningkatkan kontribusi penerimaan devisa pariwisata.

"Semakin didukung oleh data bahwa belanja barang atau jasa ritel merupakan transaksi terbesar yang dilakukan wisatawan saat berkunjung ke Indonesia, sehingga penyediaan layanan sistem pembayaran yang handal dan variatif menjadi sangat diperlukan," katanya.

Sistem pembayaran di Indonesia, kata dia, berkembang sangat cepat. Semakin meluasnya the internet of things seperti e-commerce, fintech dan jasa transportasi berbasis aplikasi menyebabkan kebutuhan akan sistem pembayaran yang aman, efisien, lancar, dan andal terus meningkat.

Daftar Gratis dan Berhadiah Rp 10 Juta, KPU Batam Gelar Festival Band Jelang Pemilu, Simak Syaratnya

BREAKINGNEWS - Hari Ini, Polresta Barelang Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Fitri Suryati di Batam

Video Viral Anak Bakar Rumah Orangtuanya, Sang Ibu Menangis Histeris Ratapi Nasibnya

"Kami di Bank Indonesia mencermati, di tengah pesatnya kebutuhan bertransaksi, masih terdapat kecenderungan industri untuk membangun platform sistem pembayaran yang sifatnya eksklusif, yaitu hanya dapat melayani instrumen yang diterbitkannya sendiri. Platform-platform yang ada juga belum saling terhubung atau interconnected satu sama lain, sehingga belum mampu menyediakan ekosistem layanan yang dapat saling melayani (interoperabel)," paparnya.

Gusti mengatakan BI juga sebagai regulator di bidang sistem pembayaran merespon dinamika tersebut dengan menginisiasi sebuah program nasional yang disebut Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

Kehadiran GPN diharapkan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dan memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi pembayaran dengan biaya lebih rendah.

"Biaya yang lebih rendah tersebut dapat dinikmati oleh pedagang (merchant) dan pembeli. Manfaat yang dirasakan oleh merchant adalah penurunan Merchant Discount Rate yang semula berkisar antara 2 persen sampai dengan 3 persen menjadi hanya 1 persen. Sementara, masyarakat pemegang kartu dapat menikmati turunnya biaya administrasi," tuturnya.

Di samping itu, lanjut dia, intensifikasi elektronifikasi Sistem Pembayaran juga berkaitan dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh BI dan Pemerintah pada 14 Agustus 2014 untuk mendorong masyarakat menggunakan system pembayaran dan instrumen non tunai dalam melakukan transaksi pembayaran. Melalui GNNT, diharapkan dapat memberikan manfaat, antara lain praktis, akses lebih luas, transparansi transaksi, efisiensi rupiah dan perencanaan ekonomi yang lebih akurat.

"Terkait dengan pilot project intensifikasi elektronifikasi sistem pembayaran dan keuangan digital yang dilaksanakan di Golden City, dapat kami informasikan hal-hal bertujuan untuk meningkatkan inklusivitas keuangan di kawasan pariwisata melalui akselerasi penyediaan infrastruktur sistem pembayaran khususnya non tunai, yang diharapkan
memberikan kemudahan bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk melakukan transaksi pembelian dan pembayaran," paparnya. (tribunbatam.id/roma uly sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved