ANMBAS TERKINI

Camat Jemaja Tanggapi Sapi yang Tidak Ditambat, Abdullah Sani: Pohon Durian Saya Saja Habis

"Sudah, sudah buat Perdes. Sekitar bulan Februari 2019 ini. Sekarang sedan tahap evaluasi. Nantinya, ada orang yang ditugaskan dari desa untuk mengamb

Camat Jemaja Tanggapi Sapi yang Tidak Ditambat, Abdullah Sani: Pohon Durian Saya Saja Habis
TRIBUNBATAM.id/SEPTYAN MULIA ROHMAN
Pengendara motor saat melintas di jalan utama Pulau Jemaja. Tampak sapi milik warga yang ditambat. Desa di Kecamatan Jemaja sedang membuat Perdes yang mengatur soal sapi di pulau itu. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Kisah sapi di Pulau Jemaja yang tidak ditambat dan berada di pinggir jalan, mendapat tanggapan dari Camat Jemaja, Abdullah Sani.
Rupanya, ia pun juga menjadi korban dari sapi yang berkeliaran sampai ke jalan raya dan kebun warga itu.

"Soal itu payah nak sebut. Pohon durian saya saja jadi korban. Habis dimakan sapi," ujarnya Selasa (12/3/2019).

Ia menjelaskan, pohon durian yang sudah tumbuh setinggi lebih kurang tiga meter, rusak oleh sapi milik warga yang masuk ke kebun.

Desa pun menurut Sani, ‎sedang membuat Peraturan Desa yang mengatur soal sapi itu.

Ia menjelaskan, melalui Peraturan Desa, nantinya akan diatur sanksi yang dibebankan kepada pemilik sapi yang tidak menertibkan sapinya dan terkesan melepasliarkan sapinya sehingga mengganggu pengendara motor dan pemilik lahan.

Anambas Hanya Dapat Rp 26,571 Alokasi Anggaran Kepri, Begini Penjelasan Barenlitbang Kepri

Bupati Anambas Abdul Haris Gelar Musrenbang Malam Hari, Dibuka Jam 22.30 WIB, Ternyata Ini Alasannya

Siap-siap, Kabupaten Anambas Buka Pendaftaran CPNS 2019, Ayo Siapkan Berkas Anda

Soal Pembentukan Kecamatan Baru, Pemda Anambas Tunggu Pertemuan dengan Kemendagri

"Sudah, sudah buat Perdes. Sekitar bulan Februari 2019 ini. Sekarang sedan tahap evaluasi. Nantinya, ada orang yang ditugaskan dari desa untuk mengambil sapi yang tidak ditambat itu. Kalau tidak ada yang mengambil, ada langkah yang bakal diambil. Sanksinya tentu ada. Misalnya, dihitung berapa banyak buah dan pohon yang dirusak oleh sapi yang tidak ditambat itu," ungkapnya.

Ia pun tidak mengelak, kalau banyak keluhan yang masuk soal sapi yang tidak ditambat oleh pemiliknya ini. Selain jalan yang minim lampu penerangan, seperti di jalan Soekarno-Hatta, kotoran sapi yang berserakan di jalan, juga menjadi hal lain yang dikeluhkan sebagian warga.

"Memang banyak yang mengeluhkan soal itu. Kecamatan sendiri tidak bisa membuat Peraturan Kecamatan. Tapi Desa bisa membuat Peraturan Desa," bebernya.

Keluhan soal sapi yang tidak ditambat itu, sebelumnya disampaikan oleh Mulia, pengendara motor yang kebetulan berada di Pulau Jemaja.

‎Ia cukup terkejut ketika melihat sapi yang melintas saat berkendara pada malam hari.

Ia juga berhati-hati saat melintasi jalan aspal Soekarno-Hatta setelah melewati kantor Desa Batu Berapit.

Ini dikarenakan terdapat kotoran sapi yang ditemukan pada sejumlah titik di jalan beraspal itu.

"Terkejut saya ketika tahu ada sapi mau menyebrang. Lampu penerangan jalan pun minim, sementara warga ada dibebankan pajak lampu penerangan jalan. Kotoran sapi ini pun, ada juga yang ditemukan di jalan akses menuju Kecamatan Jemaja Timur," ujarnya belum lama ini.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved