ANAMBAS TERKINI

Kasat Lantas Polres Anambas Sedih, Usai Millenial Road Safety Festival Masih Terjadi Kecelakaan

"Saya sedih. Dalam panggilan tugas, saya merasa ada bersalah. Apalagi kalau sampai meninggal dunia‎. Ini akan menjadi atensi di Polda. Terlebih, masih

Kasat Lantas Polres Anambas Sedih, Usai Millenial Road Safety Festival Masih Terjadi Kecelakaan
TRIBUNBATAM.id/SEPTYAN MULIA ROHMAN
Kasat Lantas Polres Anambas Iptu Boston Butar Butar saat pembubaran panitia Millenial Road Safety Festival di salahsatu tempat makan di Kecamatan Siantan Selasa (12/3/2019). 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Ada cerita lain saat pembubaran panitia Millenial Road Safety Festival di salahsatu rumah makan di Anambas Selasa (12/3/2019) siang.
Saat memberikan sambutan di hadapan tamu undangan yang hadir, Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polres Anambas Iptu Boston Butar Butar mengaku sedih.

Bukan karena panitia ini yang harus dibubarkan.

Melainkan adanya kecelakaan lalu lintas antara dua pengendara motor yang menyebabkan hilangnya nyawa salah satu pengendara motor yang diketahui masih berstatus pelajar di Jalan Jenderal Sudirman Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur Senin (11/3/2019) sekitar pukul 16.00 WIB.

"Saya sedih. Dalam panggilan tugas, saya merasa ada bersalah. Apalagi kalau sampai meninggal dunia‎. Ini akan menjadi atensi di Polda. Terlebih, masih dalam semangat menggelorakan semangat untuk berhati-hati dalam berkendara," ujarnya Selasa (12/3/2019).

Ia menjelaskan, korban atas nama Wena (17) yang tinggal di Teluk Mabay Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan diketahui masuk ke dalam jalur Muhammad Karim yang sama-sama mengendarai sepeda motor dan berboncengan dengan istrinya, Widayanti.

Anambas Hanya Dapat Rp 26,571 Alokasi Anggaran Kepri, Begini Penjelasan Barenlitbang Kepri

Bupati Anambas Abdul Haris Gelar Musrenbang Malam Hari, Dibuka Jam 22.30 WIB, Ternyata Ini Alasannya

Siap-siap, Kabupaten Anambas Buka Pendaftaran CPNS 2019, Ayo Siapkan Berkas Anda

Soal Pembentukan Kecamatan Baru, Pemda Anambas Tunggu Pertemuan dengan Kemendagri

Motor yang dikendarai pelajar itu diketahui melaju dengan kecepatan kencang, sehingga terjadi kecelakaan.

Pihaknya pun langsung mendatangi sekolah tempat korban paska kejadian.

Dari penuturan guru di sekolah itu diketahui kalau tenaga pengajar sudah seringkali memperingatkan soal penggunaan peralatan keselamatan dalam berkendara itu.

"Kami minta kepada guru untuk mohon diingatkan. Penuturan mereka, kami sudah capek mengingatkan pelajar ini untuk menggunakan ‎helm. Tenyata, korban ini melaju kencang melewati abangnya yang menggunakan sepeda motor juga," bebernya.

Boston mengungkapkan, kalau sampai Maret 2019 ini, sudah lima orang terjadi kecelakaan lalulintas dengan lima orang diketahui meninggal dunia.

Empat diantara korban meninggal dunia itu, diketahui berasal dari Matak serta satu orang dari Tarempa.

Pihaknya pun meminta kepada semua pihak untuk menyampaikan untuk berhati-hati dalam berkendara.

"Itu yang buat saya sedih. Di satu sisi, tanggal 31 Maret ini merupakan puncak dari hari keselamatan. ‎Memang soal lakalantas ini tak bisa ditawar. Oleh karena itu, mohon kepada bapak-bapak di tempat kerja, tolong sampaikan," ungkapnya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved