BATAM TERKINI

Perusahaan Pengolah Biji Plastik Segera Beroperasi di Kabil, Butuhkan 300 Orang Tenaga Kerja

Sebuah perusahaan gabungan Amerika, Singapura dan Taiwan, PT FCS RGP Plastic akan segera beroperasi di Batam dalam waktu dekat ini.

Perusahaan Pengolah Biji Plastik Segera Beroperasi di Kabil, Butuhkan 300 Orang Tenaga Kerja
TRIBUNBATAM.id/Dewi Haryati
Para investor yang akan melakukan investasi di Kabil Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Sebuah perusahaan gabungan Amerika, Singapura dan Taiwan, PT FCS RGP Plastic akan segera beroperasi di Batam dalam waktu dekat ini. Perusahaan tersebut bergerak di bidang produksi palet plastik. Perusahaan ini juga telah mendapat rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam. Izin lingkungan telah dikantongi.

"Karena mereka bukan menjadikan sampah plastik sebagai bahan baku. Tapi biji plastik diolah menjadi palet," kata Kepala DLH Kota Batam, Herman Rozie kepada wartawan, Jumat (15/3/2019) di Batam Center.

CEO PT FCS RGP Plastic, Yao Shanhua mengatakan, perusahaan ini masuk ke Batam dengan nilai investasi awal sebesar Rp 200 miliar. Dalam perencanaannya, bisa mempekerjakan tenaga kerja sampai 300 orang dari tenaga kerja lokal.

"Kami akan segera buka perekrutan. Tahap awal butuh sekitar 60 sampai 70 orang. Nanti akan ditambah lagi seiring dengan peningkatan produksi," kata Yao lewat penerjemahnya.

PT FCS RGP Plastic sendiri berlokasi di kawasan industri Kabil, Nongsa, dan berdiri di atas lahan seluas 5 hektare. Yao mengatakan, dalam proses produksinya, perusahaan akan mengedepankan sistem Go Green, dan menggunakan teknologi yang diklaim sebagai teknologi terbaru dan tinggi dari Taiwan.

BP Batam Siap Sambut Perusahaan Plastik yang Akan Direlokasi dari China

Sang Kakak Angkat Bicara Soal Kondisi Terbaru Zulfirman Syah, Seniman Padang Korban Penembakan

Polda Kepri Dalam Pertemuan CND di Austria, Tegaskan Indonesia tak Beri Toleransi ke Pelaku Narkoba,

"Kami sangat mementingkan soal lingkungan. Jadi sikap kami, tiga nol. Nol polusi udara, nol air limbah, dan nol sampah. Kami pakai teknologi tercanggih untuk kegiatan produksi di tempat kami," ujarnya.

Lebih lanjut, meski baru akan diresmikan pada 28 Maret ini, pihak perusahaan telah melakukan ujicoba produksi palet. Saat ini sudah ada sekitar 30.000 palet yang diproduksi. Hasil produksi palet ini, nantinya akan diekspor untuk tujuan ke negara Amerika dan Singapura.

Di tempat yang sama, Operational Manager PT FCS RGP Plastic, Adi Zainal mengatakan, dengan teknologi yang mereka pakai, untuk mengolah satu biji plastik menjadi palet, waktu yang dibutuhkan tak sampai 1,5 menit. Tiap satu palet bisa dicetak dalam waktu sekitar 89 detik. Berdasarkan perhitungan, dalam waktu 24 jam perusahaan bisa memproduksi 600 pieces palet, dan dalam waktu setahun perkiraan produksinya sebanyak 2 juta palet plastik.

"Sekarang ini sumber biji plastik masih diimpor dari Jepang, Amerika dan Singapura. Tapi nanti ke depannya, kami juga akan mengambi bahan dari lokal," kata Adi.

Tak hanya mengolah biji plastik menjadi palet plastik, ke depan untuk jangka panjang perusahaan juga akan mengolah sampah plastik rumah tangga lokal, menjadi biji plastik, sebagai bahan baku pembuatan palet. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved