BATAM TERKINI

Polda Kepri Dalam Pertemuan CND di Austria, Tegaskan Indonesia tak Beri Toleransi ke Pelaku Narkoba,

Bentuk perlawanan terhadap Narkotika yang terus masuk ke dalam negeri, Indonesia tetap tegas, dan tidak ada tolerasi terhadap para sindikat Narkotika.

Polda Kepri Dalam Pertemuan CND di Austria, Tegaskan Indonesia tak Beri Toleransi ke Pelaku Narkoba,
TRIBUNBATAM.id/Istimewa
Disresnarkoba Polda Kepri, Kombes K Yani mengikuti pertemuan di Vienna Austria, Jumat (15/3) 

TRIBUNBATAM.id BATAM-Untuk menghadang dan sebagai bentuk perlawanan terhadap Narkotika yang terus masuk ke dalam negeri, Indonesia tetap tegas, dan tidak ada tolerasi terhadap para sindikat Narkotika.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan Commission on Narcotic Drugs (CND) Sesi ke-62 yang di selenggarakan di Vienna International Center (VIC), Vienna Austria yang saat ini masih berlangsung.

"Intinya kita perwakilan Indonesia tetap bertahan bahwa ganja itu ilegal, dan apabila ada yang mengkritisi hukuman mati, Indonesia tetap bertahan adanya hukuman mati," tegas Diresnarkoba Polda Kepri, Kombes Pol K. Yani Sudarto yang satu satunya mewakili institusi POLRI dalam pertemuan, Jumat (15/03/2019).

CND sendiri adalah organ utama PBB yang menangani masalah penyalahgunaan dan perdagangan gelap narkotika dan obat-obatan terlarang.

CND bertanggung jawab antara lain menetapkan program-program PBB terkait penanggulangan penyalahgunaan narkoba yang implementasinya dilakukan oleh UN Office on Drugs and Crimes (UNODC). 

CND juga memiliki mandat untuk memutuskan usulan dan rekomendasi dari negara anggota dan World Health Organization (WHO) mengenai daftar zat-zat yang dikontrol atau dilarang peredarannya berdasarkan tiga Konvensi internasional tentang obat-obatan.

5 Fakta Upaya Pembunuhan Jaksa Dicky Saputra, Tangani Kasus Narkoba, Pelaku Disergap di Pinang

Modus Baru Pengedar Narkoba, Bungkus Sabu ke Dalam Minuman Saset

BREAKINGNEWS - Jaksa di Bintan Diancam Ditembak, Kajati Kepri Sebut Pelaku Terkait Narkoba

Dalam sidang pertemuan yang diadakan sejak 14 Maret kemarin, dan akan berlangsung sampai 22 Maret dengan ratusan peserta yang mewakili negaranya.

"Produksi, penyelundupan, dan penyalahgunaan narkoba itu sudah menjadi ancaman serius, dan kita akan terus memberantas itu. Sebab, dampak dari penyalahgunaan Narkoba terhadap kesehatan dan nyawa manusia, serta kehidupan ekonomi dan sosial," sebutnya menegaskan.

Hal itu akan disampaikan dalam sesi debat. Sebab, K. Yani menyampaikan bahwa para bandar dan sindikat narkoba telah menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan. 

"Jaringan mereka telah menyebar ke berbagai pelosok serta mengincar generasi muda. Bisa dilihat dari beberapa pengungkapan di Kepri saja yang mencapai beratnya sampai berton ton," ujarnya.

Untuk itu, dalam mengatasi hal itu. Perwakilan Indonesia menggarisbawahi pentingnya penegakan hukim secara tegas, dan tepat, sesuai tingkat kejahatannya.

"Kita juga akan menjalin kerja sama dengan negara lain untuk dapat memutus mata rantai peredaran Narkoba ini," sebutnya.

Sidang ini memiliki arti penting, sebab di dalamnya juga dibahas persiapan akhir Pertemuan Khusus Sidang Umum PBB (United Nations General Assembly Special Session / UNGASS) mengenai masalah obat-obatan global.

Di hari pertama pertemuan, delegasi Indonesia dipimpin oleh Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko yang turut melakukan pertemuan bilateral dengan negara Jepang.

"Rencananya hari ini juga dilakukan pertemuan bilateral dengan negara China dan Malaysia," sebutnya memberikan informasi. (tribunbatam.id/endra kaputra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved